Aritmia, Si “Silent Killer” Jantung: Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Surabaya,HARIAN BANGSA-Pernahkah Anda merasa jantung berdebar tiba-tiba, lemas tanpa sebab yang jelas, atau pusing mendadak? Jangan anggap remeh, karena bisa jadi itu adalah tanda aritmia yaitu gangguan pada detak jantung atau irama jantung yang ditandai dengan detak jantung yang tidak teratur, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat. Kondisi tersebut sering kali tidak disadari, namun dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik.
“Sering kali aritmia tidak terdeteksi oleh karena itu kami berusaha memberikan awareness kepada masyarakat tentang pentingnya melakukan screening atau pemeriksaan jantung rutin. Di tahun ini kami mengadakan SEDETAK, screening deteksi aritmia kita, di mana kami menargetkan 3.000 orang melakukan pemeriksaan ECG” ujar Head of Business Siloam Hospitals Surabaya, dr Chandra Wijaya, M.Kes dalam sambutannya, Kamis (20/03).
Dalam acara paparan media, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Siloam Surabaya, dr. Ragil Nur Rosyadi, Sp.JP (K), FIHA,
menjelaskan, banyak pasien baru menyadari mengalami aritmia setelah mengalami gejala seperti jantung berdebar atau rasa lemas.
“Banyak pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan seperti jantung berdebar atau mudah lelah. Setelah diperiksa, barulah diketahui bahwa mereka mengalami gangguan irama jantung,” jelas Ragil.
Apa Penyebab Aritmia?
Aritmia dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kondisi bawaan hingga gaya hidup yang kurang sehat. Beberapa faktor pemicunya meliputi kelainan jantung bawaan, tekanan darah tinggi, gangguan hormon, seperti masalah tiroid, konsumsi kafein atau alkohol berlebihan, stres emosional dan kurang tidur, kebiasaan merokok dan penggunaan obat-obatan tertentu.
Menariknya, aritmia tidak hanya menyerang mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung. Bahkan seseorang dengan jantung sehat pun bisa mengalami gangguan ini akibat faktor eksternal.
Kenali Gejala Aritmia
Karena sering kali tidak terdeteksi, aritmia dijuluki sebagai “silent killer”. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai yakni jantung berdebar secara tiba-tiba, rasa lelah berlebihan tanpa sebab jelas, pusing atau sensasi melayang, sesak napas, nyeri dada dan pingsan atau kehilangan kesadaran.
Jika mengalami gejala-gejala tersebut, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Bagaimana Cara Mengatasi Aritmia?
Penanganan aritmia tergantung pada jenis dan tingkat keparahan gangguan irama jantung yang dialami. Beberapa metode yang tersedia di RS Siloam Surabaya antara lain:
• Pemeriksaan Diagnostik - Menggunakan EKG, Holter Monitor (perekaman EKG 24 jam), atau Electrophysiology Study (EP Study) untuk mendeteksi gangguan irama jantung.
• Pengobatan dengan Obat Anti-Aritmia - Untuk membantu menstabilkan detak jantung.
• Terapi Ablasi Jantung - Menggunakan kateter untuk menghancurkan jaringan penyebab gangguan irama jantung.
• Pemasangan Pacemaker - Untuk pasien dengan detak jantung yang terlalu lambat.
• Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) - Alat ini berfungsi mengontrol detak jantung dan memberikan kejutan listrik saat terjadi aritmia berbahaya.
“Gangguan irama jantung bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting. Dengan pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat, kita dapat mencegah dampak buruk dari aritmia,” tambah Ragil.
Sebagai informasi, RS Siloam Surabaya terus berkomitmen menghadirkan layanan terbaik untuk kesehatan jantung masyarakat.
"Dengan tenaga medis berpengalaman dan fasilitas canggih, kami siap menjadi rujukan utama dalam menangani aritmia dan gangguan kardiovaskular lainnya,” jelas Direktur Siloam Hospitals Surabaya, dr. Lisa Gunawan, MM. (mid/ns)