Bupati Banyuwangi Periode 2025-2030 Sampaikan Pidato Perdana

Ipuk menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif dan berdampak nyata bagi seluruh masyarakat. “

Bupati Banyuwangi Periode 2025-2030 Sampaikan Pidato Perdana
Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi Perdana kepemimpinan Ipuk-Mujiono.

Banyuwangi, HB.net - Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi periode 2025-2030, Ipuk Fiestiandani dan Mujiono, menyampaikan pidato perdana dalam Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi, Rabu (05/03/2025). Dalam kesempatan itu, Ipuk menegaskan komitmennya untuk membawa Banyuwangi bangkit, maju, dan sejahtera. 

Sidang dipimpin Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana, didampingi Wakil Ketua Michael Edy Hariyanto. Turut hadir Wakil Bupati Banyuwangi periode 2020-2024, Sugirah, jajaran Forkopimda, SKPD, serta anggota dewan lintas fraksi. 

Ipuk menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif dan berdampak nyata bagi seluruh masyarakat. “Kami ingin memastikan pembangunan ini merata dan berkelanjutan. Tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam perjalanan menuju Banyuwangi yang lebih baik,” ujarnya. 

Di sektor pendidikan, Pemkab Banyuwangi telah menyalurkan bantuan kepada 5.911 pelajar dan memberikan beasiswa Banyuwangi Cerdas kepada 833 mahasiswa. Untuk periode 2025-2030, program pendidikan akan diperkuat dengan beasiswa kuliah bagi 1.000 mahasiswa dan kebijakan zero drop out bagi pelajar. Selain itu, Institut Seni Indonesia akan dibangun untuk mencetak talenta kreatif. 

Dalam bidang kesehatan, Banyuwangi menargetkan jaminan kesehatan untuk seluruh penduduk, pembangunan rumah sakit di wilayah selatan, serta pusat jantung dan stroke di RSUD Blambangan. Infrastruktur juga menjadi perhatian dengan penyelesaian Jalan Lintas Timur (JLT) dan Jalan Lintas Selatan (Pansela), serta peningkatan 518 ruas jalan kabupaten untuk memperlancar distribusi ekonomi. 

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemkab akan memperbaiki 10.000 rumah tidak layak huni (RTLH), membangun 30.000 titik lampu penerangan jalan umum (LPJU), serta mempercepat pembangunan TPA Wongsorejo dan TPST Karetan. Revitalisasi Pasar Banyuwangi dan kawasan Inggrisan turut menjadi prioritas guna menggerakkan sektor ekonomi dan melestarikan sejarah daerah. 

Ipuk juga menekankan pentingnya program digitalisasi layanan publik guna memastikan birokrasi yang lebih efisien, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. 

Dalam rencana pembangunan periode ini, terdapat tiga prioritas utama. Pertama, percepatan pengentasan kemiskinan. Kedua, program wajib yang mencakup pendidikan dan kesehatan berkualitas serta merata. Ketiga, prioritas pengungkit, yang meliputi penguatan sektor unggulan rakyat, percepatan pemerataan infrastruktur dasar, sosial, dan ekonomi, serta kelestarian lingkungan hidup. Digitalisasi layanan publik juga akan dipercepat sejalan dengan budaya kerja ASN BerAKHLAK. 

Langkah strategis ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, termasuk target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan pengentasan kemiskinan menjadi 4,5 persen.  (guh/diy)