Dishub Siapkan Jalur Alternatif Imbas Proyek Flyover Krian

Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo menyiapkan jalur alternatif untuk mengurai kemacetan akibat proyek Flyover JPL 64 Krian.

Dishub Siapkan Jalur Alternatif Imbas Proyek Flyover Krian
Pengalihan arus lalu lintas akibat proyek Flyover Krian, Rabu (21/9).

Sidoarjo, HARIANBANGSA.net - Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo menyiapkan jalur alternatif untuk mengurai kemacetan akibat proyek Flyover JPL 64 Krian. Diketahui titik proyek berada di Jalan Kiai Mojo dan Jalan M Yamin.

Saat ini Jalan Kiai Mojo ditutup separo dan diberlakukan satu arah. Kendaraan yang datang dari arah Wonoayu diarahkan ke jalur alternatif Jalan Mpu Gandring. Menurut Bupati Ahmad Muhdlor, pihaknya  sudah menginstruksikan ke Dishub untuk menempatkan petugas guna mengatur dan memecah kemacetan.

Ia juga minta pemasangan rambu-rambu peringatan di beberapa titik jalur utama yang biasa dilalui kendaraan. Terutama di pertigaan jalan. Rambu yang dipasang bertuliskan, Dilarang Melintas, Maaf Perjalanan Anda Terganggu, Jalur Alternatif, dan rambu lainnya sebagai penunjuk arah.

"Bagi masyarakat yang ingin melintas di Jalan Kiai Mojo dapat memilih jalur lain. Sementara ini masih ditutup separo dan diberlakukan satu arah. Ada banyak jalur alternatif yang dapat dilewati," cetus Gus Muhdlor, panggilan karib Ahmad Muhdlor, Rabu (21/9).

Putra KH Agoes Ali Masyhuri itu juga  mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti penujuk arah papan rambu-rambu yang dipasang Dishub. Karena jalur tersebut merupakan jalan alternatif yang disiapkan.

"Kami imbau kepada masyarakat mohon mengikuti papan rambu-rambu penunjukan arah yang ada. Gunakan jalur alternatif untuk kelancaran arus lalu lintas," tandasnya.

Jalur alternatif yang disiapkan Dishub Sidoarjo diantaranya, bagi kendaraan yang datang dari Timur bisa melewati jalur alternatif Jalan Setiabudi, Jalan Basuki Rahmat, Jalan KH Dewantara, dan Jalan Mpu Gandring.

Kemudian kendaraan dari arah utara bisa melewati jalur alternatif Jalan By Pass Krian, Jalan Mayjen Yuwono, Jalan Wahidin, Jalan KH Dewantara, kemudian Jalan Mpu Gandring. Sedangkan yang dari arah Barat bisa melewati jalur alternatif Jalan Imam Bonjol, Jalan KH. Dewantara, dan Jalan Mpu Gandring.

Kabid Lalu Lintas Dishub Sidoarjo, Dwitjahjo Mardisunu mengatakan, rekayasa arus lalu lintas dilakukan untuk memperlancar pengerjaan Flyover JPL 64 Krian. Pengalihan arus melihat tahapan pengerjaan pembangunan.

"Pengalihan arus saat masa konstruksi tahap 1 dan 2 pembangunan Flyover JPL 64 berbeda. Selain itu pengaturan pergerakan kendaraan juga mempertimbangkan jam-jam tertentu," kata Sunu. (sta/rd)