Diundang UI, Eri Cahyadi Paparkan Strategi Entaskan Kemiskinan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. diundang dalam forum strategis di kampus Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta, untuk memaparkan strategi pengentasan kemiskinan di Kota Pahlawan.

Diundang UI, Eri Cahyadi Paparkan Strategi Entaskan Kemiskinan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. diundang dalam forum strategis di kampus Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta, untuk memaparkan strategi pengentasan kemiskinan di Kota Pahlawan. Eri diundang dalam forum bertajuk Membedah Program Strategis Pemerintahan Baru dan Solusi Mengatasi Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar oleh Sekolah Kajian Stratejik Dan Global (SKSG) UI.

Eri tampil di hadapan sejumlah guru besar dan akademisi UI, serta para pemangku kepentingan terkait dari berbagai kementerian-lembaga. Turut hadir sebagai pemateri dalam forum yang digelar Rabu (18/9) itu antara lain Guru Besar UGM Gunawan Sumodiningrat, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah  Amany Lubis, dan Agus Pakpahan. Forum tersebut dimaksudkan untuk memberi masukan strategis dari berbagai perspektif kepada pemerintahan baru.

Menurut Eri, kebijakan pengentasan kemiskinan perlu fokus dengan ditopang oleh tiga hal terpenting, yaitu keterpaduan data, keterpaduan kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor. “Soal data, misalnya, harus benar-benar terpadu, ada interoperabilitas data yang lebih baik. Sehingga daerah bisa bergerak cepat dalam menjalankan program yang tepat sasaran ke warga miskin,” ujarnya.

Selain bersandar pada data BPS dan P3KE, Pemkot Surabaya juga berinisiatif melakukan pendataan terpady pada keseluruhan populasi yang memunculkan data kemiskinan sebesar 219.427 jiwa, lebih besar dibanding sumber data lainnya. Data 219.427 jiwa tersebut yang menjadi dasar intervensi program.

“Kami melakukan pendataan menyeluruh by name by address. Kita kerahkan ASN untuk mendata di awal didampingi RT-RW. Semua terdata. si A, si B, si C, dan seterusnya, yang ber-KTP Surabaya. Jadi bukan sampling. Kita tidak mempermasalahkan hasilnya kemudian lebih besar, karena dengan demikian kita tahu lebih presisi apa yang harus dilakukan untuk membantu warga miskin,” terangnya.

“Data kemiskinan Surabaya ini kita bisa akses datanya 24 jam tanpa prosedur birokrasi, seperti harus izin antar instansi daerah dan pusat. Sehingga intervensi bisa lebih cepat dan tepat. Update-nya pun cepat, tidak menunggu hitungan bulan atau bahkan tahun,” jelas Eri.

Dari data tersebut, ia kemudian memilah tiga strategi utama sesuai karakteristik warga miskin sasaran. Tiga strategi itu adalah meningkatkan pendapatan warga miskin, mengurangi beban pengeluaran warga miskin, dan mengurangi kantong-kantong kemiskinan yang banyak berkaitan dengan aspek spasial.

Ia lantas membeber sejumlah program konkret pengentasan kemiskinan. Yaitu rumah padat karya yang menyulap aset atau lahan-lahan menganggur milik Pemkot Surabaya untuk dijadikan lokasi usaha rakyat miskin.

“Aset pemerintah biasanya terletak di lokasi strategis. Jangan hanya pengusaha besar yang bisa mengakses lokasi strategis kota. Aset-aset idle Pemkot Surabaya kini digunakan untuk lahan usaha warga miskin, seperti kafe, laundry, cuci motor, usaha perikanan, produksi paving, dan sebagainya,” jelasnya.

Dengan strategi yang fokus dan tepat sasaran itulah, lanjut Eri, angka kemiskinan di Surabaya bisa terus ditekan. Kemiskinan ekstrem yang sebesar 1,2 persen (setara 35.020 jiwa) pada 2024 berhasil turun drastis hingga 7.572 jiwa pada 2023 dan tahun ini ditargetkan zero alias nol kemiskinan ekstrem.(ari/rd)