Dosen dan Mahasiswa Teknik Kimia UPN Veteran Jatim Pengabdian Masyarakat di Desa Bocek, Ajari Konversi Susu Sapi

“Proses ini menggunakan kuman asam laktat serta keadaan fermentasi tertentu buat menciptakan produk bermutu tinggi, Nata de Whey dari Desa Bocek mempunyai rasa yang lezat, tekstur yang kenyal, serta sumber serat dan probiotik yang baik buat kesehatan."

Dosen dan Mahasiswa Teknik Kimia UPN Veteran Jatim Pengabdian Masyarakat di Desa Bocek, Ajari Konversi Susu Sapi

Surabaya, HB.net - Desa Bocek, suatu desa yang terletak di Kabupaten Malang, merupakan salah satu daerah yang mempunyai potensi penghasil susu sapi perah cukup besar di kabupaten malang. Melalui kegiatan dosen dan mahasiswa program pengabdian masyarakat Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPN Veteran Jatim), susu sapi lokal hasil perahan para peternak dapat diinovasi yang menarik menjadi produk bernilai ekonomi yaitu salah satunya Nata de Whey dan stik susu.

Berdasarkan informasi dari peternak dan koperasi setempat, harga susu sapi di pasaran saat ini mencapai Rp 10.000 per liter. Susu sapi yang masuk kedalam spesifikasi akan dijual ke industri pengolahan susu terkemuka seperti Nestle dan lainnya. Susu yang tidak masuk spesifikasi akan dijual dengan harga lebih murah, atau dikonsumsi sendiri dan atau sampai basi tidak dimanfatkan secara ekonomi dan dibuang. Oleh karena itu diperlukan sentuhan informasi dan teknlogi agar produk olahan susu sapi menjadi produk yang bermutu tinggi.

"Susu sapi di Desa Bocek mempunyai mutu yang sangat baik, tetapi sebagian besar peternak susu merasa susah dalam tingkatkan nilai ekonomisnya," ucap salah satu peternak sapi perah di Desa Bocek.

Melihat potensi itu, tim dosen dan mahasiswa UPN Veteran Jatim berupaya mencari metode pengolahan susu yang lebih bermacam-macam serta inovatif untuk menghasilkan produk yang berharga lebih tinggi. Tim UPN Veteran Jawa Timur atau disebut regu periset yang berisikan Dr. Ir. Sintha Soraya Santi, Ika Nawang Puspitawati, ST. MT, Ir. Sani, MT, Aditya Putra Permaji, dan Rionaldo Fauzan bekerja sama dengan para peternak buat mengenalkan proses fermentasi serta pembuatan Nata de Whey.

“Proses ini menggunakan kuman asam laktat serta keadaan fermentasi tertentu buat menciptakan produk bermutu tinggi, Nata de Whey dari Desa Bocek mempunyai rasa yang lezat, tekstur yang kenyal, serta sumber serat dan probiotik yang baik buat kesehatan.  Tidak hanya Nata de Whey, regu periset pula berinovasi dengan menciptakan stik susu, yang dibuat dari susu sapi murni. Stik susu ini jadi makanan kecil sehat yang kaya hendak nutrisi serta menarik atensi warga lokal,” ujar Dr. Ir. Sintha Soraya Santi.

 

Nata de Whey merupakan produk yang dihasilkan dari fermentasi susu sapi dengan memakai bakteri asam laktat tertentu. Hasil fermentasi ini menciptakan tekstur jelly transparan yang lembut serta kenyal. Di dasar bimbingan , tim peneliti sudah bekerjasama dengan peternak susu sapi setempat buat memaksimalkan penciptaan susu sapi serta mengolahnya jadi produk bernilai tambah. Harga stik susu sebesar Rp. 15.000 per 100 gram, dan harga nata de whey adalah Rp. 7.000 per 350 gram.

Dalam proses produksi, digunakan bahan baku berupa 2 liter susu sapi senilai Rp. 20.000, tepung terigu sebanyak 500 gram senilai Rp. 6.000, dan tepung tapioka sebanyak 100 gram senilai Rp. 5.000. Dari komposisi ini, dihasilkan 700 gram stik susu yang kemudian dijual dengan harga 15.000 per 100 gram, menghasilkan total Rp. 105.000. Dengan demikian, keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 74.000.

Produksi stik susu ini juga memberikan dampak positif terhadap harga jual susu sapi. Awalnya, susu sapi dijual seharga Rp. 10.000 per liter, namun setelah adanya produk olahan stik susu, harga jualnya meningkat menjadi Rp. 105.000 untuk 2 liter susu. Selain itu, produk sampingan dari proses ini yaitu nata de whey sebanyak 350 gram juga dapat dijual dengan harga Rp. 7.000, sehingga total penghasilan kotor dari penjualan produk olahan susu mencapai Rp. 112.000. Hal ini signifikan dibandingkan jika susu dijual secara langsung, hanya menghasilkan penghasilan sebesar Rp. 20.000.

Bapak Agus, seseorang peternak susu di Desa Bocek, mengatakan kegembiraannya dengan hasil kerja sama ini.

 "Sebelumnya, susu kami dijual dengan harga biasa saja. Namun saat ini dengan Nata de Whey serta stik susu, kami dapat memperoleh nilai tambah yang lebih besar Ini sangat menolong kami dalam tingkatkan pemasukan serta kesejahteraan keluarga,"  ujar Agus.

Program ini kami dedikasikan kepada warga Desa Bocek berfokus pada penyuluhan untuk peternak serta warga setempat menimpa metode pengolahan serta pemasaran produk olahan susu tersebut. Diharapkan kalau dengan berlanjutnya program ini, warga di Desa Bocek bisa terus menjadi mandiri secara ekonomi serta jadi contoh inspiratif untuk desa-desa lain di sekitarnya.

Dedikasi warga ini ialah fakta nyata kalau inovasi serta kerja sama antara Universitas Pembangunan Veteran Jawa Timur dengan Desa Bocek, Kabupaten Malang, warga lokal bisa bawa pergantian positif dalam pemanfaatan sumber energi lokal serta kenaikan nilai ekonomi. Semangat dedikasi ini jadi teladan untuk upaya-upaya seragam dalam meningkatkan kemampuan lokal di bermacam wilayah di Indonesia. Diharapkan kalau langkah-langkah kreatif dalam mencerna sumber energi lokal hendak terus menjadi banyak timbul membagikan khasiat untuk warga serta menolong menghasilkan kemandirian ekonomi di bermacam daerah.  (*)