Gercep, Sehari Pasca Sertijab Gus Barra Langsung Beber Visi-misi dan Teken Berita Acara FKPRA

Gercep, Sehari Pasca Sertijab Gus Barra Langsung Beber Visi-misi dan Teken Berita Acara FKPRA
Bupati Gus Barra saat menyampaikan visi-misinya dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Mojokerto tahun 2025-2029.  Foto: yudi eko purnomo/HARIAN BANGSA

Mojokerto, HB.net - Pasangan Bupati Muhammad Al Barra dan Wakil Bupati Muhammad Rizal Octavian langsung gercep. Sehari pasca melaksanakan prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) di DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (5/3), pasangan dengan tagline Mubarok ini segera meneken berita acara RPJMD 2025-2029 di Pendopo Graha Majatama, Kamis (6/3).

Penandatanganan dalam acara Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (FKPRA) RPJMD Kabupaten Mojokerto tahun 2025-2029 itu dilakukan bersama Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ayni Zuroh, Sekda Teguh Gunarko, dan beberapa kepala OPD. Elemen masyarakat dari perguruan tinggi, pengusaha, tokoh masyarakat rentan dan termarjinalkan hadir menyaksikan momen penting ini.

Dalam kesempatan itu, Gus Barra (panggilan akrab Bupati) membeberkan sejumlah program unggulan yang telah ia susun sebelumnya.

"Tugas kami yang pertama adalah menyusun RPJMD 2025 - 2029 yang selaras dengan RPJMN," paparnya.

Bupati berusia 39 tahun ini menyampaikan sejumlah program unggulan. Diantaranya adalah pemberian beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan tidak mampu.

Teken berita acara Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Mojokerto tahun 2025-2029. Foto: yudi eko purnomo/HARIAN BANGSA

"Tujuannya adalah untuk mewujudkan SDM yang berkualitas dan berkarakter. Pemberian beasiswa Hafidz/Hafidzoh, pelatihan bagi pesantren berbasis vokasi, program muatan local sejarah Majapahit, peningkatan kesejahteraan guru madin dan TPQ, meningkatkan kesejahtaraan guru sekolah swasta, program gerakan percepatan penurunan stunting (GERCEP STUNTING), program SUJU (SUSU JUMAT), KONTER (Konsultasi Dokter) secara online, pembangunan dan renovasi sekolah, pelatihan guru sosialisasi dan pendaftaran peserta baru, peningkatan layanan kesehatan melalui BPJS," jelasnya.

Selanjutnya adalah, pengembangan wisata alam dan buatan berkarakter budaya Majapahit, BBM (Beli Beli Mojokerto), milenial Eksport (Program pelatihan bagi pemula untuk mengeksport), milenial Kreatif (Pembangunan Mojokerto Kreatif Hub), UMKM NAIK KELAS (Program Pemberdayaan UMKM agar naik kelas semua tingkatan dengan diberikan sarana dan prasarana), peduli Pangan (Food Estate), pertanian Komunal bersama Milenial (Membangkitkan petani milenial dengan sistem pertanian komunal), perekonomian Tematik (mengadakan event setiap bulan dengan tema yang berbeda), optimalisasi Wisata Religi, productivity Center (Pusat Produktifitas), pemberdayaan Seni dan Budaya, peduli PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial), perempuan berkarya (Pemberdayaan perempuan dengan memberikan kesempatan usaha industri rumah tangga).

Pampang hasil penandatanganan berita acara bersama ketua Dewan, Ayni Zuroh, Sekda Teguh Gunarko dan kepala OPD.  Foto: yudi eko purnomo/HARIAN BANGSA

Berikutnya, pembangunan Pusat Pemerintahan Baru dari wilayah kota Mojokerto ke wilayah Kabupaten Mojokerto. Tujuannya untuk membangunan sport center berskala nasional, mewujudkan pemerataan dan perluasan pembangunan infrastruktur di semua sektor, membangun waduk (embung) di wilayah utara Sungai ,penyediaan sumur-sumur dalam mengantisipasi sumur kering; (pantek), pengembangan wilayah perbatasan Mojokerto dengan wilayah sekitar. Serta tidak lupa adalah program Bedah Rumah.

Gus Barra juga menyampaikan visinya, yakni terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil dan makmur. Kami telah merumuskan 4 misi yang mana kami namakan Catur Abhipraya Mubarok. "Catur 4, Abhipraya adalah cita-cita yang luhur, sedangkan Mubarok adalah singkatan dari nama kami berdua. Yang maknanya adalah bertabur keberkahan," Terangnya.

Kami berharap, dari podium ini akan membawa Kabupaten Mojokerto yang luhur dan berkah. "Misi pertama kami adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Ke 2, mewujudkan SDM yang tangguh, cerdas, tampil, produktif dan berkarakter, melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan serta menjaga ketentraman masyarakat. "

Termasuk program 100 hari pertama yang untuk mengejar program unggulan dari mantan wakil bupati Mojokerto ini.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi menyampaikan berdasarkan identifikasi permasalahan pembangunan di Kabupaten Mojokerto, terdapat berbagai tantangan di berbagai sektor yang mencerminkan kebutuhan mendesak untuk perbaikan dan inovasi kebijakan.

Pada Urusan Wajib Pelayanan Dasar, sektor pendidikan masih menghadapi tantangan dalam menekan angka putus sekolah serta pemerataan tenaga pendidik. Di bidang kesehatan, permasalahan seperti angka kematian ibu dan neonatal yang tinggi, kasus gizi buruk dan stunting, serta penyebaran penyakit menular dan tidak menular menjadi isu utama.

Dihadiri puluhan peserta. Acara forum Konsultasi publik rancangan awal RPJMD diikuti berbagai kalangan. Foto: yudi eko purnomo/HARIAN BANGSA

Permasalahan dalam penyediaan air minum, pengelolaan limbah, dan pengelolaan sampah juga menjadi tantangan bagi sektor pekerjaan umum dan penataan ruang. Selain itu, sektor sosial dan ketertiban umum masih menghadapi kendala dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak dan kewajibannya serta keterbatasan dalam layanan perlindungan sosial.

Pada Urusan Wajib Non-Pelayanan Dasar, angka pengangguran yang masih tinggi, risiko perselisihan hubungan industrial, serta perlindungan bagi pekerja migran menjadi perhatian utama di bidang tenaga kerja. Perlindungan perempuan dan anak juga masih menghadapi tantangan, seperti meningkatnya angka kekerasan dan pernikahan anak. Di sektor lingkungan hidup, permasalahan pencemaran dan pengelolaan sampah yang belum optimal menjadi perhatian serius. Sementara itu, dalam bidang komunikasi dan informatika, integrasi data dan keamanan informasi masih perlu ditingkatkan.

Isu strategis dibidang kualitas sumber daya manusia melliputi: Peningkatan layanan dan akses pendidikan yang merata, Pemerataan penyediaan fasilitas layanan kesehatan, Peningkatan layanan balita gizi buruk dan stunting

Penuntasan kemiskinan dengan satu sistem regsosek dan perlindungan sosial adaptif terintegrasi meliputi: Perlindungan sosial adaptif terintegrasi, isu strategis bidang ekonomi dan infrastruktur meliputi, penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kewilayahan, peningkatan kontribusi terhadap PDRB non industry pengolahan.

Peningkatan sumber daya fisik/ infrastruktur, isu strategis tatakelola pemerintahan dan layanan publik meliputi, optimalisasi digitalisasi layanan serta kompetensi dan kapasitas ASN dalam menunjang pelayanan public

"Isu strategis bidang lingkungan hidup dan bencana alam meliputi penanganan dan pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, ketangguhan terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrim, " Pungkasnya. (yep/ns)