HLM TPID Jatim Sambut Ramadan,  Komoditas Beras jadi Fokus BI

HLM TPID Jatim Sambut Ramadan,  Komoditas Beras jadi Fokus BI
Kegiatan saat HLM TPID Jatim dalam rangka Pengendalian Inflasi Jelang HBKN Ramadan dan Idul Fitri 2024.

 

Surabaya, HB.net - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur (BI KPw Jatim) bersama Pemprov Jatim menggelar High Level Meeting (HLM) TPID Jatim dalam rangka Pengendalian Inflasi Jelang HBKN Ramadan dan Idul Fitri 2024.

Kepala KPw BI Jatim, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan, HLM ini adalah bagian tak terpisahkan dari pengendalian inflasi dan ini merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) yang digelar di Malang beberapa waktu lalu.

"Insya Allah ini lebih berfokus tentangan yang ada di depan mata yakni jelang ramadan dan idul fitri. Biasanya, saat jelang ramadan dan idul fitri terjadi kenaikan inflasi namun kali ini beras sebagai penyumbang inflasi. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya tidak," katanya, Jumat (08/03/2024).

Meski beras terbilang stoknya berlimpah namun harganya masih melambung tinggi. Apalagi panen raya yang tertunda. Panen raya yang dijadwalkan pada Februari-Maret akan mundur Maret-April.

"Ini memang menunjukkan korelasi yang kuat terhadap kenaikan harga beras di tingkat konsumen sehingga menjadi perhatian bersama. Hal tersebut berpotensi mengganggu ketahanan stok di masa hambatan yang akan kita hadapi mulai bulan ini sampai dengan April," terangnya.

Langkah-langkah jangka pendek untuk mengendalikan kestabilan harga. Diantaranya ada satu komitmen Jatim sigati (Sinergi untuk menggapai inflasi terkwndali) yang esensinya strategi 4k mencakup keterjangkauan harga, ketersiediaan pasaokan, kelancaran distribusi dan pemberian komunikasi pada warga.

Pj Gubernur Jatim, Adhy mengatakan, selama 14 bulan berturut-turut, beras menjadi penyumbang inflasi. Diikuti cabai yang sudah 9 bulan. Dilanjutkan bawang, telur ayam ras dan daging.

"Kita pastikan inflasi akan terkendali di Jatim. Kita lihat beras sudah mulai turun. Beras itu untuk memenuhi kebutuhan 24 propinsi, berkat kerjasama semua pihak. Jatim tidak ada permasalahan harga. Sehingga bisa menjalankan ibadan dengan tenang dan nyaman," pungkasnya. (diy/ns)