Informa Hadirkan Home Furnishing and Experience

Selama pandemi, Informa terus memberikan pelayanan terbaiknya. Bahkan, upaya mengurangi Covid-19 dengan melakukan penerapan protokol kesehatan.

Informa Hadirkan Home Furnishing and Experience
Operation Director PT Home Center Indonesia Informasi Daniel bersama CEO/Managing Director Informa Meutia Kumala.

Surabaya, HARIAN BANGSA.net - Selama pandemi, Informa terus memberikan pelayanan terbaiknya. Bahkan, upaya mengurangi Covid-19 dengan melakukan penerapan protokol kesehatan. Tidak hanya 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak,  tetapi secara keseluruhan. Seperti selalu menyemprotkan disinfektan di ruangan dan selalu merawat produk yang dijual.

CEO/Managing Director Informa Meutia Kumala atau yang akrab disapa Tia mengatakan, untuk produk yang menjadi trend saat ini dan kemungkinan tahun depan adalah produk yang membuat customer nyaman di rumah. Seperti TV, tempat tidur, matras. Produk home tetap menjadi tren. Kedua perlengkapan bersih-bersih, dan ketiga perlengkapan hobi seperti peralatan masak dan lainnya.

"Karena masa pandemi ini merubah lifestyle orang. Biasanya mereka menjadikan rumah tempat beristirahat, kini menjadikan senyaman mungkin. Karena itu, kita menghadirkan home furnishing and experience," katanya, Rabu (16/12).

Menurutnya, selama pandemi, banyak pengunjung yang datang. Selain itu, pihaknya juga menghadirkan home galeria yang menghadirkan produk limited edition.

Pihaknya juga menyediakan hand sanitizer, tisu, dan perlengkapan lainnya sebagai produk yang dijual di masa pandemi. Ditanya terkait aktivitas penjualannya, ia menjawab jika banyak orang masih suka datang ke toko atau secara ofline.

"Beli furnitur, tanpa coba dulu rasanya kurang pas biasanya. Sehingga banyak juga orang yang datang ketika mau membeli kasur, matras, atau produk yang dicoba dulu. Kalau produk yang simple bisa belanja melalui online," terangnya.

Menurutnya, dengan protokol Covid-19 secara ketat, pengunjung tidak takut untuk datang dan berbelanja. Karena, menurutnya, kalau online seperti beli kucing dalam karung. Namun penjualannya juga ada di marketplace.

Ditambahkan Operation Director PT Home Center Indonesia Informasi, Daniel, pihaknya bukan antionline tapi jadi satu kesatuan. Pelanggan yang membeli produk home, jarang sekali hanya melihat gambar.

"Rata-rata mencoba dahulu sebelum dibeli. Baru kemudian mereka membelinya atau berunding dahulu kemudian melakukan pembelian secara online," tuturnya.(sby1/rd)