ITS Raih 2024 Project Implementation Award atas Komitmen Implementasi Gender
Tak hanya berorientasi pada teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesetaraan gender.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Tak hanya berorientasi pada teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesetaraan gender. Berkat komitmen yang telah diberikan, ITS meraih penghargaan 2024 Project Implementation Award untuk capaian Outstanding Gender Implementation pada 13 Maret lalu.
Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Prof Agus Muhamad Hatta menerangkan, penghargaan 2024 Project Implementation Award dianugerahkan oleh Asian Development Bank (ADB) sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi ITS yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen terhadap aspek gender. “Perolehan penghargaan ini didasari atas program-program ITS yang mendukung kesetaraan gender,” jelasnya.
Dosen yang akrab disapa dengan Hatta ini mengemukakan, ITS secara konsisten memastikan keterlibatan perempuan dalam program pengembangan kapasitas dalam proyek Higher Education for Technology and Innovation (HETI), dengan target partisipasi 32 persen. Proyek HETI sendiri dirancang untuk peningkatan kapasitas serta kualitas guna pengembangan teknologi dan inovasi, baik pada fasilitas maupun bagi sivitas akademika ITS.
Hatta melanjutkan bahwa ITS memiliki program khusus bertemakan Women in Technopreneurship, yang membangun peluang bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pengembangan inovasi dan teknologi. “Selain itu, perempuan juga dapat berperan sebagai pengambil keputusan strategis dalam berhubungan dengan industri,” imbuhnya.
Guru Besar Departemen Teknik Fisika ITS tersebut menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan visi mulia ITS, Advancing Humanity. Yakni menekankan pentingnya pengembangan kemanusiaan secara inklusif, termasuk perihal kesetaraan gender yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-5. “Melalui kebijakan inklusif ini, ITS berkomitmen untuk mengurangi adanya kesenjangan gender,” tegas Hatta.
Lebih lanjut, menurut Hatta, ITS membentuk Gender Focal Point (GFP) untuk memastikan pelaksanaan proyek HETI selaras dengan prinsip gender. GFP menginisiasikan Gender Action Plan yang mencakup sosialisasi dan penyelenggaraan pelatihan terkait Gender Violence, Exploitation, Abuse, Sexual Harassment (VEA SEAH). “Ke depannya, GFP menargetkan pengembangan platform berbasis teknologi untuk menangani isu inklusivitas dan implementasi gender,” tambahnya.
Alumnus Dublin Institute of Technology, Irlandia ini menyatakan bahwa penghargaan ini semakin mengukuhkan ITS sebagai institusi yang berkomitmen terhadap isu kesetaraan gender. Tak hanya itu, pengakuan dari ADB ini memotivasi ITS untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif. “Seterusnya, ITS bertekad memperkuat implementasi kebijakan berbasis gender dalam pendidikan, penelitian, serta inovasi,” pungkas Hatta.(rd)