Ketika Supriyadi dan Rizky Ridho Berbagi Cerita,  Wawali Surabaya Terus Beri Semangat

Saat podcast bersama Cak Ji, ia menceritakan bahwa menyukai sepak bola sejak ia menginjak usia 5 tahun.

Ketika Supriyadi dan Rizky Ridho Berbagi Cerita,  Wawali Surabaya Terus Beri Semangat
Wawali Armuji bersama Supriyadi dan Rizky Ridho Ramadhani saat berada d ruang kerjanya di Balai Kota Surabaya, Selasa (31/8).

Surabaya, HB.net - Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Armuji mengajak dua pemain Persebaya ke ruang kerjanya di Balai Kota Surabaya, Selasa (31/8). Dua pemain Persebaya itu adalah Supriyadi dan Rizky Ridho Ramadhani. Dalam kesempatan itu, Cak Ji-sapaan akrab Armuji mengajak kedua pemain muda Persebaya tersebut untuk berbagi pengalaman melalui Podcast.

Muhammad Supriadi merupakan pemuda kelahiran Rungkut, Surabaya, pada 23 Mei 2002. Ia memiliki perjuangan panjang demi bisa berkiprah menjadi seorang pemain sepak bola profesional. Lahir dari keluarga kurang mampu, tak membuat Muhammad Supriadi lantas menyerah pada keadaan. Meski kemauannya menjadi pesepak bola sempat ditentang sang ayah, namun ia berhasil membuktikan prestasinya.

Sedangkan Rizky Ridho Ramadhani merupakan pemain Persebaya Surabaya yang berposisi sebagai pemain bertahan. Pemain muda jebolan tim internal Persebaya ini merupakan satu dari tiga pemain muda Persebaya Surabaya yang memperkuat timnas Indonesia.

Saat podcast bersama Cak Ji, ia menceritakan bahwa menyukai sepak bola sejak ia menginjak usia 5 tahun. Pada saat menginjak jenjang sekolah dasar (SD), Supriyadi mengaku sering kena marah oleh orang tuanya hingga ia tak boleh keluar untuk bermain bola.

 “Tapi dengan segala cara saya mencoba untuk kabur dari rumah hanya untuk bermain bola, dan akhirnya bisa masuk ke dalam beberapa SSB hingga menjadi pemain andalan Garuda Asia, dan berhasil menimba ilmu di salah satu akademi sepak bola Liverpool,” kenang Supriyadi.

Ia juga menceritakan bahwa dia pernah ditipu oleh oknum tidak bertanggung jawab yang mengaku sebagai tim pencari bakat yang menjanjikan hal-hal manis. Oknum tersebut menawarkan kepada Supriyadi untuk menjadi pemain profesional dengan membayar Rp 1,8 juta.

 “Saya juga sempat berjualan es saat bulan puasa kemarin, dan keuntungannya diberi kepada teman-teman yang membutuhkan,” kata dia.

Cak Ji berharap agar generasi muda dapat mengoptimalkan perannya di berbagai bidang, di antaranya dalam dunia persepakbolaan.

 “Saya mengajak agar arek-arek Suroboyo punya tekad kuat untuk mengharumkan nama Kota Surabaya di berbagai lini, baik di kancah nasional hingga internasional,” pungkas Cak Ji. (ian/ns)