Pelantikan PCNU Jombang, Gus Salam Somasi PBNU

Menyikapi polemik pelantikan pengurus Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang yang dianggap tidak sah, beberapa pengurus NU mulai dari jajaran ranting hingga PWNU Jawa Timur hari ini akan mengirimkan surat somasi.

Pelantikan PCNU Jombang, Gus Salam Somasi PBNU
Gus Salam dan beberapa pengurus NU saat tanda tangan somasi. Aan Amrulloh/ HARIAN BANGSA

Jombang, HARIANBANGSA.net - Menyikapi polemik pelantikan pengurus Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang yang dianggap tidak sah, beberapa pengurus NU mulai dari jajaran ranting hingga PWNU Jawa Timur hari ini akan mengirimkan surat somasi. Somasi tersebut ditujukan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), lantaran diduga menabrak aturan.

"Hari ini kami akan mengirimkan somasi kepada PBNU untuk saling menasihati dan mengingatkan agar tidak terjadi hal yang menyalahi aturan yang telah kita sepakati bersama," ujar Pengasuh Ponpes Mamba’ul Ma’arif Denanyar, KH. Abdus Salam Sohib, Senin (22/5).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Salam, dirinya bersama beberapa pengurus lainnya menginginkan pemilihan pengurus PCNU Jombang dilakukan dengan proses konfercab yang sesuai aturan.

"Karena hal ini menjadi suatu nasihat dari KH Abdul Nashir Abdul Fattah yang terpilih sebagai Rais Syuriah PCNU Jombang 2022-2027 yang kemudian wafat. Beliau berpesan jika dinamika organisasi di Jombang menyalahi aturan, maka kita harus berjuang sampai ke meja hukum," tukasnya.

Dalam somasi itu terdapat sejumlah tuntutan. Di antaranya ,encabut Surat Keputusan PBNU Nomor: 205/PB.01/A.11.01.45/99/05/2023 tentang Penunjukan dan Pengesahan Kepengurusan Definitif PCNU Kabupaten Jombang Masa Khidmat 2023-2024.

Kemudian, segera dilaksanakan konferensi cabang untuk mencabut skors pleno pada Konfercab NU Jombang tanggal 14 Juli 2022. Dan memulai pemilihan kepengurusan PCNU Jombang secara sah (definitif) dengan peserta yang telah teregistrasi secara sah sebagai peserta konfercab ulang, 14 Juli 2022.

Bila dalam waktu 7x24 jam setelah PBNU menerima surat, permintaan tersebut belum terealisasi, maka akan kami sampaikan surat teguran (somasi) II. Selanjutnya akan mencari kepastian keputusan hukum perdata melalui jalur pengadilan.

Selain diduga menabrak aturan, pelantikan PCNU Jombang yang dianggap tidak sah itu rupanya membuat banyak pengurus yang baru saja dilantik sengaja mengundurkan diri. Di antaranya, KH Taufiqurrahman Muchit, KH Salmanuddin Yazid yang baru dilantik sebagai mustasyar.

Selain itu, ada juga pengurus dari jajaran Syuriah yaitu Al Habib Muhammad Bin Salim Assegaf, Habib Mukhsin Assegaf dan KH Sholahuddin Fathurrahman yang ditunjuk sebagai Katib.

"Beliau berempat sudah menyatakan secara tertulis dan bertanda tangan menyatakan tidak ingin menjadi pengurus PCNU Jombang 2022-2024 yang dilakukan secara definitif oleh PBNU," pungkas wakil ketua PCNU masa khidmat 2017-2022 dan ditunjuk sebagai Sekretaris PCNU Jombang masa khidmat 2023-2024, Amirul Arifin.(aan/rd)