Pemkot Surabaya Gaet Investor Garap Kota Lama
Pemkot Surabaya bersama Konsorsium II Program Kota Masa Depan UK PACT, menggelar Market Sounding Kawasan Kota Lama Surabaya 3.0.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Pemkot Surabaya bersama Konsorsium II Program Kota Masa Depan UK PACT, menggelar Market Sounding Kawasan Kota Lama Surabaya 3.0. Program ini merupakan bagian dari kemitraan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan Pemerintah Inggris, yang melibatkan World Resources Institute (WRI) Indonesia, ARUP, dan Vital Strategies.
Kegiatan Market Sounding ini berlangsung di Hotel Sheraton, Surabaya, pada Senin (20/1) malam. Penawaran bisnis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat maupun para pelaku usaha mengenai nilai serta potensi ekonomis di kawasan Kota Lama Surabaya.
Dalam momen ini, Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, hadir mewakili Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Kegiatan ini juga dihadiri langsung para pemilik gedung di kawasan Kota Lama Surabaya dan para investor. "Setelah kawasan Kota Lama Surabaya diluncurkan pada pertengahan tahun 2024, alhamdulillah cukup viral, banyak yang datang," kata Agus Imam Sonhaji dalam sambutannya.
Namun, Agus mengakui, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Pemkot Surabaya di kawasan Kota Lama. Di antaranya adalah terkait dengan aktivitas pendukung wisata seperti market. "Kalau ditata dengan baik, ada potensi ekonomi yang luar biasa besar, jika para pengunjung tidak hanya berputar, tapi berlama-lama dan berbelanja," ujarnya.
Selain itu, Agus menyebut, situasi di kawasan Kota Lama Surabaya juga masih perlu banyak dilakukan penataan. Ia pun memastikan bahwa pemkot akan terus mengembangkan potensi kawasan Kota Lama dengan mengoptimalkan kegiatan ekonomi dan pariwisata. "Sehingga kami ingin menuntaskan dan ingin melibatkan bapak ibu semua," imbuhnya.
Terkait kepemilikan gedung di kawasan Kota Lama, juga tak luput menjadi perhatian Pemkot Surabaya. Sebab, banyak di antara investor yang ingin masuk namun terkendala belum mengetahui harus menghubungi dengan siapa. "Semoga melalui acara ini bisa menjadi jembatan bagi para investor yang punya atensi, sehingga tahu bahwa Kota Lama Surabaya memiliki potensi yang besar," ujarnya.
Di waktu yang sama, Head of PMEL and Managing Result WRI Indonesia, Ary Lesmana, menjelaskan bahwa revitalisasi Kota Lama yang telah dilakukan pemkot menjadi langkah awal bagi pihaknya untuk menelusuri lebih lanjut potensi di kawasan ini.
"Kami telah menyerahkan desain konseptual di 12 November 2024 lalu kepada Pemkot Surabaya. Kami merekomendasikan desain penataan kawasan yang mendorong peningkatan pejalan kaki dan mobilitas aktif antar kawasan di kota lama," kata Ary Lesmana.
Menurut dia, desain penataan ini juga disesuaikan dengan identitas sejarah unik di kawasan Kota Lama Surabaya yang terdiri dari perpaduan empat karakter berbeda. Yakni, kawasan zona Eropa, Pecinan, Arab dan Melayu "Dengan penerimaan dan sambutan yang baik dari Pemkot Surabaya, kami kemudian melakukan kajian lanjutan, yaitu kajian investasi Kota Lama Surabaya," katanya.
"Dari hasil kajian kami menunjukkan terdapat 44.150 pengunjung dalam seminggu. Dan yang menyenangkan adalah 96 persen responden merekomendasikan kepada temannya untuk mendatangi Kota Lama. Artinya, mereka tertarik dengan daya tarik di Kota Lama," paparnya.
Sebagai informasi, dalam Market Sounding Kawasan Kota Lama Surabaya 3.0, setidaknya ada 39 lokasi bangunan dan lahan yang siap dijual atau disewakan kepada para pelaku usaha. Peta persebaran lokasi bangunan dan lahan terdapat di kawasan koridor Jalan Kasuari, Jalan Panggung dan Jalan Karet.(ari/rd)