Penyalahgunaan Narkotika di Tuban Meningkat, Hiburan Malam Paling Banyak Kasus

"Saya tidak punya data pastinya. Yang jelas, ada peningkatan cukup signifikan. Beberapa pengguna telah kita rehabilitasi, karena dia sebagai korban,"ungkap AKBP I Made Arjana.

Penyalahgunaan Narkotika di Tuban Meningkat, Hiburan Malam Paling Banyak Kasus
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tuban ketika memberi keterangan pada wartawan.

Tuban, HB.net - Pada masa pandemi Covid-19 ternyata membuat kasus penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Tuban meningkat. Hal itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tuban pada saat acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) dengan menggelar acara donor darah di kantornya, Selasa (22/6).

"Saya tidak punya data pastinya. Yang jelas, ada peningkatan cukup signifikan. Beberapa pengguna telah kita rehabilitasi, karena dia sebagai korban,"ungkap AKBP I Made Arjana kepada wartawan.

Menurutnya, wilayah perkotaan dan pesisir utara menjadi daerah yang banyak ditemukan kasus penyalahgunaan obat terlarang tersebut. Hal itu, dibuktikan dengan ditemukannya pengguna ketika melakukan razia tempat hiburan malam.

"Tidak bisa dipastikan daerah mana yang betul-betul rawan, karena itu fluktuasi,"terangnya.

Kata dia, sesuai Undang-Undang tentang Narkotika tahun 2009, penyalahguna merupakan orang yang menggunakan narkotika tanpa hak atau melawan hukum. Bisa dikatakan orang yang menggunakan narkotika untuk kepentingan sendiri dapat direhabilitasi.

"Pengguna dan pengedar beda. Karena sebagai pengguna tidak dapat diproses hukum karena sebagai korban, sehingga cukup mengikuti program rehabilitasi,"jelas dia.

Kendati demikian, masyarakat masih enggan untuk mengikuti rehabilitasi secara sukarela. Karena stigma negatif dimasyarakat bagi pecandu narkoba adalah perbuatan kriminal.

"Sayangnya, para pecandu yang ditemukan selama ini tergolong berusia produktif,"pungkasnya.

Sementara itu, karena kasus terus meningkat petugas BNNK tidak akan kendor menggelar razia. Karena musim pandemi covid-19, sehingga keamanaan petugas tetap menjadi perioritas. Jangan sampai saat operasi atau razia petugas terpapar covid-19.

"Setiap melakukan razia, petugas wajib menggunakan masker, rajin cuci tangan, tidak berkerumun dan menjaga jarak. Bahkan, kami rajin sekali tes antigen pada petugas. Tujuannya, agar tidak terpapar covid-19," bebernya. (wan/ns)