Peringati Hari Jamu Nasional, Jamu Iboe Hadirkan Gatijamu

Dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasonal yang jatuh pada 27 Mei, Iboe Griya Herba dari Jamu Iboe memperkenalkan menu spesial.

Peringati Hari Jamu Nasional, Jamu Iboe Hadirkan Gatijamu
CEO dan Owner PT Jamu Iboe Stephen Walla (tengah) menunjukkan menu spesial Gatijamu.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasonal yang jatuh pada 27 Mei, Iboe Griya Herba dari Jamu Iboe memperkenalkan menu spesial. Nama menu spesial  adalah Gatijamu (Jaga Hati, Jaga Imun). Arti kata Gati dalam Bahasa Jawa adalah perhatian atau memperhatikan.

“Jadi Gatijamu bisa diartikan perhatian kita terhadap jamu atau bisa juga berarti memperhatikan kesehatan dengan jamu,” ungkap CEO dan Owner PT Jamu Iboe Stephen Walla, Selasa (21/5).

Khasiat Gatijamu di antaranya menjaga hati, memperkuat imunitas, menjaga pencernaan, dan bagus untuk diet. Dengan kemasan yang menarik, Gatijamu menyasar generasi milenium. Oleh karena itu, disajikan dengan kemasan kekinian. Namun rasanya juga menentukan.

Komposisi Gatijamu adalah temulawak, susu fermentasi, lemon, teh hitam, dan topping yang terbuat dari porang hitam. Gatijamu sudah tersedia di Iboe Griya Herba, Iboe Herbal Bar Pasarame Tunjungan Plaza, Iboe Herbal Bar Gressmall Gresik, Iboe Herbal Bar Kampus Ubaya, dan Iboe Herbal Bar Untag.

Selain itu, kata Stephen Walla, Jamu Iboe juga berkolaborasi dengan berbagai kegiatan di universitas. Seperti mendukung acara Festival Jamu di Pasar Barongan yang diinisiasi oleh Universitas Kristen Petra dan juga kolaborasi dengan FEB Unair di kegiatan CEO Mengajar dengan materi tentang Tantangan Industri Jamu di Era Digital.

“Kami juga mendukung kegiatan klinik Battra (pengobatan tradisional) Unair dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Battra Wellness Centre serta mengadakan kampanye di media sosial di beberapa kota,” jelas Stephen Walla.

Di tahun ini, Jamu Iboe bakal mengembangkan pasar dengan target membuat lima kafe lagi. Salah satu sasarannya adalah tempat wisata. “Kita ingin jadi produk lifestyle. Oleh karena itu, kita masuk ke tempat-tempat wisata dan hadir di tengah masyarakat sedekat mungkin,” tukas Stephen Walla.

Pihaknya juga menggandeng Suwe Ora Jamu (SOJ) untuk  bekerja sama di beberapa tempat di Jakarta dan sekitarnya. Terutama dalam bentuk sajian dan membuka counter. Meski demikian, produk jamu tradisional tetap bersaing di pasar. Bahkan, beberapa merek punya peningkatan penjualan.(rd)