Prioritas Kontraktor Lokal Jadi Fokus SKK Migas-KKKS

Prioritas Kontraktor Lokal Jadi Fokus SKK Migas-KKKS
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jawa,Bali dan Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa), Febrian Ihsan.

Surabaya, HB.net - Sejalan dengan semangat pemberdayaan pengusaha nasional dan mendorong  Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)  dalam setiap sektor di industri hulu migas, baru-baru ini Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melaksanakan pelatihan bagi para pengusaha lokal di Bojonegoro, Lamongan, Gresik dan Surabaya.

Mengambil tema Tingkat Komponen Dalam Negeri, pelatihan ini mengangkat topik terkait kepatuhan perusahaan terhadap regulasi pemerintah yang mengatur penggunaan produk dan jasa dalam negeri, dengan ini maka KKKS EMCL telah melaksanakan 19 kali pelatihan bagi kontraktor lokal di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya.

Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, Welly Fitratama menegaskan bahwa para pemasok lokal harus terus mempelajari dinamika bisnis secara profesional.

“Diharapkan setiap kesempatan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas manajemen dan fokus mengembangkan keunggulan bersaingnya. Ini penting sekali bagi para pelaku usaha lokal untuk memahami dan menguasai bagaimana menghitung TKDN,” ucap Welly di depan para kontraktor lokal pada 24 April lalu.

Welly menegaskan, pelatihan tentang TKDN juga diperlukan agar para pengusaha lokal paham aturan ini. Beliau menyambut baik kegiatan yang dilakukan EMCL tersebut. 

Pernyataan Welly dipertegas oleh Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jawa,Bali dan Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa), Febrian Ihsan. Pemerintah mendorong semua KKKS agar membuka peluang bagi pemasok barang dan jasa lokal untuk bermitra. Namun kemitraan tersebut harus dibangun dengan kompetensi dan landasan profesional bisnis yang kuat.

“Inilah tujuan dari diadakannya kegiatan pelatihan ini,” ucap pria yang akrab disebut Febri ini.

Sementara itu KKKS EMCL diwakili External Affairs Manager, Beta Wicaksono mengatakan, KKKS EMCL diawal masa operasinya telah memiliki niat baik untuk bermitra dengan stakeholders dan vendor lokal dengan menghormati regulasi satu sama lain.

“Etika, adalah menjadi salah satu prinsip dasar dalam menjalankan profesionalisme bisnis, dan KKKS EMCL sangat mengargai itu,” tandasnya.

Peran penyedia barang dan jasa sangatlah vital. Mereka bukan hanya sekadar mitra dalam menyediakan barang atau jasa, tetapi juga merupakan penggerak utama dalam kesuksesan proyek dan operasional sehari-hari.

Sebanyak 61 peserta dari 51 kontraktor lokal Bojonegoro, Tuban, Gresik dan Bojonegoro hadir dalam pelatihan tersebut. Beberapa di antara mereka merupakan para pengusaha lokal yang sudah sukses mengembangkan perusahaannya, seperti PT. Pangastuti Excellent asal Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Direktur PT. Pangastuti, Mukhlas mengakui bahwa pelatihan-pelatihan yang sudah dilakukan EMCL sejak 2015 lalu itu sangat membantu dalam membangun portofilo bisnisnya. Menurutnya, ketika sudah memahami aturan, budaya kerja industri migas, dan mampu menjaga kepercayaan, maka kontraktor lokal bisa maju.

“Materi pelatihan yang paling berguna dari sejak awal sampai hari ini adalah materi tentang TKDN dan Masterlist,” ucap Mukhlas.

Mukhlas menyampaikan bahwa pelatihan saja tidak cukup, kontraktor lokal harus memperkaya pemahaman dengan menjalankan yang sudah diajarkan dalam pelatihan, dan aktif bertanya kalau masih ada yang tidak paham setelah praktek.

“Perusahaan biasanya sangat terbuka bagi kontraktor lokal yang ingin berkonsultasi. Belajar itu bukan tentang seberapa cepat atau lambatnya kita paham,tapi tentang kesabaran dan konsistensi yang terus di bangun dalam belajar, " kata dia.

SKK Migas selalu mendorong KKKS untuk memberdayakan penyedia barang dan jasa lokal, mereka selaku tuan rumah di daerah sudah seharusnya dan sepatutnya mendapat kesempatan yang sama dalam industri ini.

Sejalan dengan program Kapasitas Nasional di Industri Hulu Migas dan besarnya kontribusi KKKS EMCL dalam produksi minyak nasional tersebut, diperlukan upaya peningkatan pemanfaatan produk dalam negeri pada Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi yang dapat menciptakan multiplier effect pada sektor lainnya sehingga industri dalam negeri khususnya industri lokal dapat semakin berkembang. (mid/ns)