Produksi Perikanan Tangkap di Pelabuhan Camplong Menggeliat

“Hingga triwulan II 2022, total volume produksi hasil tangkapan yang didaratkan di IPPP Camplong sebesar 905.375 kilogram dengan total nilai produksi sebesar Rp 12.342.200.000,” ujar Alimurrahman.

Produksi Perikanan Tangkap di Pelabuhan Camplong Menggeliat
Kesibukan pembonkaran hasil tangkapan di pelabuhan Camplong.

Sampang, HB.net - Pelabuhan perikanan Camplong, salah satu Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai (IPPP) di bawah naungan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur sejak triwulan kedua tahun 2022 ini mulai menggeliat dalam porduksi perikanan.

“Hingga triwulan II 2022, total volume produksi hasil tangkapan yang didaratkan di IPPP Camplong sebesar 905.375 kilogram dengan total nilai produksi sebesar Rp 12.342.200.000,” ujar Alimurrahman, S.Pi selaku Kepala Pelabuhan IPPP Camplong.

Lebih jauh Alimurrahman menyampikan, sebenarnya nilai tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, volume produksi hinggan triwulan II 2021 sebesar 1.151.420 kilogram dengan total nilai produksi sebesar Rp 18.279.967.500.

Setidaknya terdapat 15 komoditas hasil tangkapan yang didaratkan di IPPP Camplong. Hasil tangkapan didominasi ikan pelagis kecil, ikan demersal, ikan pelagis besar, binatang berkulit keras, serta binatang berkulit lunak.

Posisi puncak pada data statistik triwulan II diduduki ikan kembung dengan total volume produksi 315.675 kilogram atau 34,87% dari total volume produksi. Berada di peringkat kedua, ikan semar dengan total volume produksi 189.300 kilogram atau 20,91% dari total volume produksi. Posisi ketiga diduduki ikan tembang dengan volume produksi 141.500 kilogram atau 15,63% dari total volume produksi. Ikan layang pada posisi keempat dengan total volume produksi 88.425 Kg atau 9,77% dari total volume produksi. Ikan teri nasi pada posisi kelima dengan total volume produksi 51.850 Kg atau 5,73% dari total volume produksi. Ikan teri pada posisi keenam dengan total volume produksi 46.725 atau 5,16% dari total volume produksi.  Selanjutnya disusul dengan ikan selar kuning dengan total volume produksi 30.800 Kg atau 3,40% dari total volume produksi. Sementara produksi sisanya diisi oleh ikan bawal hitam, ikan layang deles, ikan cakalang, ikan alu-alu, ikan lencam, ikan kakap merah, cumi-cumi dan udang dengan total volume produksi berturut-turut 15.250 Kg, 6.000 Kg, 5.875 Kg, 5.750 Kg, 3.400 Kg, 2.050 Kg, 1.525 Kg dan 1.250 Kg.

Sedangkan jumlah armada kapal perikanan yang ada di IPPP Camplong sebanyak 198 armada yang terdiri dari 154 kapal motor < 5 GT dengan alat tangkap payang dan 44 kapal motor berukuran 10-20 GT dengan alat tangkap pukat cincin. Total trip kapal pada Triwulan I sejumlah 317 trip, sedangkan pada Triwulan II mengalami penurunan menjadi 283 trip kapal.

Grafik hasil tangkapan di pelabuhan Camplong

“Kita tengah melakukan penataan yang lebih baik di dalam kawasan pelabuhan, terutama bagi nelayan yang melakukan sandar kapal di luar kawasan pelabuhan, sehingga berdampak kemacetan di Desa Dharma Tanjung oleh aktifitas perdagangan ikan oleh pelaku usaha di pinggir jalan. Harapannya dengan penataan yang kian teratur, para pelaku usaha perikanan dapat terakomodir dan geliat ekonomi di Kabupaten Sampang khusunya di Camplong kian menunjukkan tren positif,” ujarnya.

Pada bagian akhir Alimurrahman menjelaskan jika pelabuhan dilengkapi dengan fasilitas pokok berupa lahan dengan luas 3,2 Hektar, dermaga dengan panjang 40 meter, kolam labuh seluas 7,74 Hektar, jalan komplek sepanjang 1.725 meter x 5 meter dan saluran drainase sepanajang 1.300 meter x 0,5 meter.Sedangkan untuk fasilitas fungsional dilengkapi dengan kantor administrasi pelabuhan, tempat pemasaran ikan, suplai air bersih dan instalasi listrik, dan untuk fasilitas penunjang dilengkapi oleh pos jaga dan MCK. (mad/ns)