Pukul Mahasiswa Unesa, Polsek Bubutan Minta Damai

Kasus pemukulan yang dilakukan oleh petugas Polsek Bubutan Aiptu Yakobus Timu terhadap seorang mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bernama Zian, kini berlanjut dengan perdamaian.

Pukul Mahasiswa Unesa, Polsek Bubutan Minta Damai
: Mediasi damai antara korban mahasiswa Unesa dengan pelaku pemukulan anggota Polsek Bubutan.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Kasus pemukulan yang dilakukan oleh petugas Polsek Bubutan Aiptu Yakobus Timu terhadap seorang mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bernama Zian, kini berlanjut dengan perdamaian.

Pemukulan yang dialami oleh mahasiswa yang terjadi saat demo bertema Surabaya Gelap di depan gedung DPRD Jatim beberapa waktu lalu, kini dilakukan perdamaian yang berlangsung di  Rumah Makan Rawon Abah Pangat, Jalan Baliwerti No. 20 Surabaya, pada Rabu (26/2).

Selama mediasi damai yang dilakukan hadir dalam pertemuan tersebut Kapolsek Bubutan AKP Vonny Farizky bersama jajaran kepolisian, serta mahasiswa Unesa yang turut mendampingi Zian.

Insiden ini berawal dari aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa dari beberapa kampus. Karena adanya orasi cukup tegang yang  dilakukan oleh para mahasiswa, sehingga salah satu personel Polsek Bubutan melakukan pemukulan dan penanganan kepada Zian mahasiswa Unesa.

Dengan pemukulan yang dilakukan oleh petugas, beberapa waktu kemudian permasalahan yang terjadi diambil sikap dengan upaya  perdamaian. Hal itu dilakukan guna menjalin hubungan baik dan memperbaiki nama baik jajaran Polrestabes Surabaya.

Dalam mediasi tersebut, Kapolsek Bubutan AKP Vonny Farizky menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi serta menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga profesionalisme.

"Saya selaku pimpinan atau kapolsek memohon maaf sebesar-besarnya terkait kejadian pemukulan yang dilakukan anggota saya pada saat aksi unjuk rasa kemarin. Saya akan berusaha menjaga dan memperbaiki citra Polri serta mengingatkan anggota untuk selalu bersabar dan tidak melakukan tindakan di luar koridor," ungkapnya.

Lebih lanjut, Vonny menjelaskan bahwa Aiptu Yakobus Timu tidak memiliki niat untuk menciderai siapa pun. Saat ini telah menjalani proses sidang disiplin serta administrasi sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Yakobus Timu juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Zian dan mahasiswa Unesa. "Secara pribadi dan institusi, saya memohon maaf sebesar-besarnya. Ke depan, saya akan lebih berhati-hati dan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran agar tidak mengulangi perbuatan yang sama," ujarnya dengan penuh penyesalan.

Sebagai pihak yang terdampak, Zian menerima permintaan maaf dari Aiptu Yakobus dan sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai. "Saya pribadi menerima permintaan maaf dari Bapak Yakobus Timu dan bersedia membuat kesepakatan damai antara kedua belah pihak," tutur Zian.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dan disaksikan oleh pihak kepolisian.(yan/rd)