Puluhan Truk Demo Protes Soal Perizinan

Ratusan truk dan sopir yang tergabung Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) menggelar aksi demo di Surabaya,Senin (26/8).

Puluhan Truk Demo Protes Soal Perizinan
Para pendemo bersama ratusan armada truk masuk ke Kota Surabaya dengan membentangkan bendera Merah Putih.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Ratusan truk dan sopir yang tergabung Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) menggelar aksi demo di Surabaya,Senin (26/8). Ratusan unit kendaraan yang terdiri dari truk kapasitas besar serta pick up dan mobil mini bus mengangkut para pendemo memenuhi Jalan A. Yani Surabaya (Bundaran Waru).

Para pendemo yang berada di armada membentangkan bendera Merah Putih yang diarak ke tengah jalan. Terlihat bendera Merah Putih dengan panjang 150 meter dibentangkan dengan mengunakan puluhan armada pick up. Namun hal itu dilarang oleh para petugas, karena menyebabkan kemacetan panjang dan bisa menyebabkan kecelakaan.

Larangan tersebut kemudian berlanjut dengan dibentangkan dengan cara mengunakan ratusan orang. Namun kembali aksi itu dilarang karena menyebabkan kemacetan lalu lintas yang cukup parah, sehingga para pendemo mengunakan armada truk melanjutkan perjalanan menuju Balai Kota Surabaya tanpa membentangkan Merah Putih. "Salah satu tuntutan soal tarif ongkos kendaraan logistik yang tidak masuk akal dan menyusahkan kita," jelas Ahmad.

Dari situ, diketahui bahwa aksi demo sopir GSJT dalam surat keterangan tertulis menjelaskan aksi ini mengusung 5 poin tuntutan. Di antaranya adalah standardisasi tarif atau ongkos angkutan logistik, subsidi biaya pemotongan ataunormalisasi, jaminan muatan pasca normalisasi, kesetaraan hukum yang sama bagi sopir, dan mafia SRUT dan ODOL

Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya AKBP Edi Susanto saat ditemui memberikan keterangan, pengajuan perizinan sudah disampaikan kepada pihaknya satu minggu sebelumnya.

“Para pendemo pengajuan 100 armada truk dan 500 supir atau pendemo. Namun dari pengajuan itu kami lakukan penekanan jumlah unit armada dan kita setujui yang diperbolehkan masuk ke Kota Surabaya berjumlah 40 armada truk besar,” ujarnya,Senin (26/8).

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fahzlurrahman menerjukan 47 personel Satlantas untuk pengamanan kelancaran  jalur lalu lintas. Mulai perbatasan Surabaya hingga dalam kota. “Pengawalan itu merupakan antisipasi terjadinya kemacetan mengingat armada yang dipergunakan adalah truk ukuran besar yang melintas ke jantung kota,” ujar Arif Fahzlurrahman.

Sempat para sopir yang mengendarai armada truk ukuran besar menghentikan armadanya di tengah Jalan A. Yani Surabaya, sehingga menyebabkan kemacetan. Wakapolrestabes Surabaya AKBP Wimboko didampingi kasat lantas melakukan peneguran kepada para sopir.

Namun teguran itu sempat terjadi adu argumentasi antara para pengendara truk dengan wakapolrestabes. “Kami berupaya mengatur arus jalan raya sebisa mungkin lancar, mengingat armada yang dipergunakan aksi demo ini cukup besar. Kami arahkan menepi ke tepi bila berhenti,” ujar Wimboko.(yan/rd)