Warga Gubeng Jadi Korban Peluru Nyasar

Wenny Dhuy Nyaga (50), warga Gubeng Klingsingan Gang II No. 14 melaporkan ke Polsek Gubeng pada Sabtu (21/9).

Warga Gubeng Jadi Korban Peluru Nyasar
Foto peluru yang ditemukan dalam olah TKP oleh petugas Polsek Gubeng dan Inafis Polrestabes Surabaya.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Wenny Dhuy Nyaga (50), warga Gubeng Klingsingan Gang II No. 14 melaporkan ke Polsek Gubeng pada Sabtu (21/9). Dirinya menjadi korban peluru nyasar dan melukai paha kaki kananya pada Rabu (18/9) pukul 22.23 WIB.

Laporan yang disampaikan ke Polsek Gubeng bahwa pada saat itu dirinya sedang tertidur di kamar tengah. Dia terkaget serta kesakitan karena proyektil peluru nyasar itu mengenai bagian tubuhnya hingga luka memar.

Setelah peluru nyasar mengenai paha kanannya pada Rabu malam, sang suami bernama Ucok Sibarani memeriksa kondisi rumah. Diketahui bahwa peluru tersebut berasal dari atas rumahnya. Hal itu terlihat dari adanya lubang di atap asbes dan plafon rumahnya mengalami lubang sebesar 8 milimeter.

Atas kejadian itu kemudian Wenny Dhuy Nyaga melapor ke Ketua RI 03 Gempa Bayu Badra pada Kamis (19/9) malam. Dari laporan itu, sehingga berita adanya dugaan peluru nyasar akhirnya viral di media masa.  “Langkah awal kami melaporkan ke ketua RT, tapi nggak lapor polisi. Namun karena sudah viral, saya baru lapor ke Polsek Gubeng pada sabtu pagi,” ujarnya, Sabtu (21/9).

Dari laporan Wenny Dhuy Nyaga, Polsek Gubeng yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Sutrisno bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan oleh TKP. Dari oleh TKP yang dilakukan, diduga peluru nyasar tersebut ditembakkan dari sisi atas bangunan yang berada di samping rumah Wenny Dhuy Nyaga.

Selain petugas melakukan pemeriksaan di kamar korban dan dilorong samping rumah korban, juga memeriksa lantai dua rumah dari Effendi, warga Jalan Gubeng Klingsingan II No.12B.

Letak rumah Effendi yang juga mantan ketua RT )3 tersebut mempunyai 2 lantai. Garis lurus rumah Effendi sisi belakangnya sejajar dengan rumah korban. Hanya dibatasi oleh lorong rumah korban selebar 1,5x 8 meter.

“Selain kita periksa lubang yang berada di atap asbes dan plafon rumah akibat perlintasan peluru, kita juga menarik garis lurus ke atas lubang tersebut. Diketahui sementara, garis lurus ke atas itu terletak di jendela rumah lantai 2 milik Pak Effendi. Tapi ini bukan patokan kita dan belum bisa dipastikan bahwa peluru itu berasal dari jendela itu,” ujar Iptu Sutrisno.

Juga kecurigaan tentang jenis peluru yang menembus atap asbes dan langit-langit plafon tidak sama dengan peluru dari senjata api manapun yang dimiliki oleh petugas kepolisian ataupun TNI.

“Jadi peluru 0ini ukurannya cukup besar mencapai diameter 6 milimeter dan panjang 10 melimeter. Juga dari kondisi peluru ini hanya pipih atau rata depannya saja. Sedangkan dari sisi belakang seperti tidak ada bekas dorongan dari letupan senjata api,” tambah Sutrisno.

Pihak Polsek Gubeng dan Inafis masih mengaji terkait dari mana sang pelaku menembakkan peluru ini, dan jenis senpi apa yang dipergunakan. “Jadi dari laporan, kami segera melakukan pemeriksaan TKP. Namun yang disayangkan laporan yang disampaikan korban sedikit agak lama. Harusnya dari peristiwa yang terjadi segera dilaporkan, jangan diviralkan dulu, agar pelaku atau orang iseng ini tidak sembunyi dan bisa kita amankan cepat,” tutup Sutrisno.(yan/rd)