Baznas Targetkan Transaksi Digital Zakat 30 Persen

Menurut Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FEB UI 2020, selama pandemi transaksi zakat, infak dan sedekah (ZIS) mengalami pertumbuhan 26,1 persen.

Baznas Targetkan Transaksi Digital Zakat 30 Persen
Salah satu mitra driver Gojek sedang melakukan pembayaran zakat secara digital melalui GoPay.

Surabaya, HARIAN BANGSA.net - Menurut Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FEB UI 2020, selama pandemi transaksi  zakat, infak dan sedekah (ZIS) mengalami pertumbuhan 26,1 persen. Hal ini berkat peningkatan adopsi teknologi digital oleh lembaga amil zakat.

Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Fitria Irmi Triswati mengatakan, selain itu banyak orang yang belum pernah membayar zakat menjadi terdorong untuk melakukannya secara digital di masa pandemi.

Hal ini salah satunya karena adanya Gerakan Cinta Zakat yang diresmikan Presiden Jokowi pada pekan lalu. Gerakan Cinta Zakat ini membuat GoPay dan Baznas bekerja sama dengan berfokus pada aspek edukasi mengenai kemudahan dan keamanan berdonasi digital.

Pimpinan Baznas Rizaludin Kurniawan menjelaskan, Gerakan Cinta Zakat pada tahun ini ditargetkan Rp 503 miliar untuk zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dengan target 30 persennya dari transaksi digital.

"Dengan kemudahan dan luasnya jangkauan yang dihadirkan GoPay, diharapkan proses penghimpunan zakat dapat menjadi lebih efektif dan efisien,” tegasnya, Selasa (27/4).

Managing Director GoPay Budi Gandasoebrata mengatakan, transaksi digital terus menjadi pilihan masyarakat di masa pandemic. Termasuk untuk beramal. GoPay menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat untuk berdonasi secara digital.

"Pengguna GoPay yang membayarkan zakat melalui fitur GoTagihan di Gojek meningkat hampir tiga kali lipat pada 2020 dibanding tahun sebelumnya. Meskipun demikian, edukasi mengenai manfaat pembayaran ZIS secara digital harus tetap ditingkatkan," tandasnya.

Pihaknya berharap, dengan sosialisasi yang dilakukan GoPay bersama Baznas, dapat meningkatkan minat masyarakat untuk  berdonasi secara digital. Sehingga dapat memaksimalkan penghimpunan zakat yang akan membantu pemulihan ekonomi Indonesia.

Dalam lima tahun terakhir, ekosistem donasi Indonesia semakin berkembang. Riset melaporkan rerata kenaikan nilai per donasi digital sebesar 72 persen selama pandemi. Gopay sendiri mencatat, transaksi donasi meningkat 2,5 kali lipat pada 2020, dengan total nilai donasi mencapai Rp 136 miliar.

"Pengguna Gopay yang ingin membayar zakat cukup membuka fitur GoTagihan pilih menu Zakat dan lembaga tujuan, lalu masukkan jumlah yang ingin dibayarkan. Mereka bisa zakat tanpa tatap muka di 400 rumah ibadah dan LAZ yang telah bekerja sama dengan kami," pungkasnya.(sby1/rd)