FPK dan Bakesbangpol Kota Malang Studi Tiru ke Tetangga Sebelahnya

Studi tiru tersebut dipimpin langsung Ketua Dewan Pembina Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko, didampingi Kepala Bakesbangpol Kota Malang Dra. Rinawati, M.M. serta Ketua FPK Ade Sarif Hidayatullah.

FPK dan Bakesbangpol Kota Malang Studi Tiru ke Tetangga Sebelahnya
KENANG-KENANGAN: Ketua Dewan Pembina FPK Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko didampingi Kepala Bakesbangpol Rinawati memberikan cenderamata topeng malangan kepada Kepala Bakesbangpol Kota Batu M.Agus Mahmoedi.

Kota Malang, HB.net - Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang bersama para pengurus didampingi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) melakukan studi tiru ke FPK Kota Batu. Pasca dikukuhkan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji, Kamis (07/10).

Studi tiru tersebut dipimpin langsung Ketua Dewan Pembina Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko, didampingi Kepala Bakesbangpol Kota Malang Dra. Rinawati, M.M. serta Ketua FPK Ade Sarif Hidayatullah.

Kehadiran FPK Kota Malang ke FPK Kota Batu, disambut langsung oleh Kepala Bakesbangpol Kota M. Agus Mahmoedi beserta segenap jajarannya, bertempat di Hotel Zam-Zam Batu, Rabu (27/10).

Dalam kesempatan itu, Kepala Bakesbangpol Kota Batu M. Agus Mahmoedi menyampaikan bahwa FPK Kota Batu dibentuk tahun 2009 silam dan baru dikukuhkan Wali Kota Batu pada tahun 2017 lalu. Dengan jumlah keanggotaan termasuk pengurus sebanyak 16 orang dari 13 etnis.

Program kerja FPK Kota Batu selama empat tahun berjalan, antara lain peningkatan kapasitas SDM FPK (bimtek), sarasehan atau budaya tiap tahunnya, serta penguatan internal perwakilan suku melalui tokoh-tokohnya.

"Selain itu, FPK juga ikut mendukung saudara-saudara kita yang terkena bencana melalui penggalangan dana di berbagai lokasi. Dalam rangka meringankan beban saudara kita," papar Mahmoedi.

Sebelum pandemi Covid-19 muncul, FPK Kota Batu juga kerap menyosialisasikan kebangsaan kepada masyarakat maupun para pelajar, demi menjaga kerukunan antar suku atau golongan.

Sementara Sofyan Edi Jarwoko berharap melalui studi tiru ini, FPK Kota Malang bisa melaksanakan tugas dan fungsinya di bidang pembauran kebangsaan, untuk menjaga kerukunan atau kondusivitas daerah.

Menurut pria yang menjabat Wawali Kota Malang ini, perbedaan merupakan wujud kebhinekaan dan sebuah anugerah. “Keberagaman suku, bahasa, agama, serta etnis yang ada mesti dijadikan satu kehormatan dan kebesaran Bangsa Indonesia,” katanya.

Sementara Rinawati menambahkan, FPK Kota Malang bersama Bakesbangpol akan terus berstudi kepada kota atau kabupaten lainnya perihal pelaksanaan kebangsaan. Sebab, FPK Kota Malang yang usianya masih puluhan hari, ingin bisa langsung berkarya untuk masyarakat.

FOTO BERSAMA: Ketua Dewan Pembina FPK Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko beserta jajaran, bersama Kepala Bakesbangpol Rinawati dan Kepala Bakesbangpol Kota Batu, M. Agus Mahmoedi.

"Mengingat, Kota Malang menjadi jujukan warga dari berbagai lintas daerah (suku dan budayanya) yang ingin belajar atau bekerja di Kota Malang dalam waktu tidak sedikit, kita yang mesti siap dan mampu menjaganya dengan memberikan contoh suri teladan," pungkasnya. (thu/ns)