Gangster Bacok Dua Korban Dekat Polsek Simokerto

Aksi anarkis gangster kembali berulah. Kini kembali memakan 2 korban luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD Soewandi, Surabaya.

Gangster Bacok Dua Korban Dekat Polsek Simokerto
Dua korban pembacokan mendapat perawatan di RSS Soewandi, Surabaya.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Aksi anarkis gangster kembali berulah. Kini kembali memakan 2 korban luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD Soewandi, Surabaya. Aksi anarkis terjadi di wilayah hukum Polsek Simokerto. Jarak antara tempat kejadian dengan polsek hanya 150 meter.

Meski penangulangan itu kerap dilakukan, namun masih ada saja kekerasan yang dilakukan oleh kelompok gankster. Seperti halnya yang terjadi di Jalan Kapasan (depan sekolah Muhammadiyah Kapasan), Sabtu (8/6) pukul 01.00 WIB.

Dikatahui dua korban bernama Imam Afandi  (26) warga Jalan Kampung Seng mengalami luka di pipi kanan akibat sebetan benda tajam. Sedangkan Rifaldi (27) warga tempat yang sama mengakami luka di tangan kanan akibat sebetan benda tajam.

Korban Imam Afandi saat ditemui di rumahnya mengatakan, dirinya sebagai korban pembacokan gangster sekitar 28 orang mengunakan motor dan 10 orang membawa senjata sajam ukuran panjang.

“Saya saat itu dibonceng Rifaldi dari Indomaret setelah membeli susu. Karena di sisi jalan ada pembangunan gorong-gorong sehingga ditutup. Lalu saya melintas di jalan sampingnya. Jadi satu jalan dibuat dua arah. Saat melintas di depan sekolah Muhammadiyah ada gerombolan mengunakan motor membawa sajam memblokir jalan,” ujarnya, Minggu (9/6)

Kedua korban tidak ada kesempatan untuk menghindar dari kelompok gankster. “Saya sudah tidak ada kesempatan melarikan diri. Teman saya meninggalkan motor yang dikendarai. Sedangkan saya mempertahankan motor karena milik saya. Sempat terjadi perkelahian antara saya dengan para gangter untuk mempertahankan motor saya,” tambah Imam.

Saat perkelahian terjadi korban terselamatkan karena ada mobil yang akan melintas dan membunyikan klakson seperti suara mobil patroli. “Pada saat itu sebenarnya ada satpam sekolah Muhammadiyah dan ATM BRI Kapasan yang melihat saya berkelahi. Tapi mereka tidak membantu saya. Namun tidak lama kemudian para gangster itu melarikan diri setelah ada mobil yang akan melintas,” tambah Imam.

Setelah gerombolan gangster meningalkan tempat, kedua korban segera ke Polsek Simokerto untuk meminta perlindungan dan melapor. “Setelah saya di polsek kemudian diantar visum. Selesai visum saya kembali ke Polsek Simokerto untuk menjalani pemeriksaan. Harapan saya dengan kejadian itu pelaku segera tertangkap karena di lokasi tempat saya dibacok terdapat banyak CCTV,” tutup Imam.

Kanit Reskrim Polsek Simokerto Ipda Royan membenarkan adanya dua korban atas aksi gerombolan pemuda bersajam. “Iya betul di sekitaran Jalan Kapasan kejadian gerombolan bersajam melukai dua warga Jalan Kampung Seng. Kami mengupayakan rekaman CCTV yang ada di sekitaran TKP. Namun kami masih menunggu info dari Dinas Perhubungan karena CCTV milik mereka,” ujar Royan, Minggu (9/6). (yan/rd)