Jelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN Tanam 5000 Mangrove Bersama Warga Sekitar
Penanaman 5.000 mangrove di Kawasan Labuhan Merak yakni Bilik Sijile pada 31 Mei 2022. Dihadiri penerima manfaat yakni Kelompok Randu Agung Bersatu, juga menghadirkanwarga masyarakat sekitar serta puluhan siswa Sekolah Dasar Sumber Waru.

Situbondo, HB.net - Menjelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni, PLN dan Kelompok Swadaya Masyarakat (Randu Agung Bersatu) di sekitar lokasi rencana pembangunan SUTET 500 kV Paiton-Watudodol/Kalipuro menanam 5000 Mangrove yang bekerja sama dengan Taman Nasional Baluran.
Penanaman 5.000 mangrove di Kawasan Labuhan Merak yakni Bilik Sijile pada 31 Mei 2022. Dihadiri penerima manfaat yakni Kelompok Randu Agung Bersatu, juga menghadirkanwarga masyarakat sekitar serta puluhan siswa Sekolah Dasar Sumber Waru.
Dalam penanaman bersama, Taman Nasional Baluran menjelaskan pentingnya mangrove bagi lingkungan serta memberi pengarahan mengenai cara menanam mangrove yang baik dan benar. Cara ini sekaligus menjadi cara edukasi untuk masyarakat sekitar bahkan kepada anak bangsa. Puluhan siswa Sekolah Dasar beserta masyarakatpun menyambut dengan antusias.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Karangtekok, Lukman Hidayat,S.Sos,.M.H yang mewakili Kepala Balai Taman Nasional Baluran berharap, ke depannya masyarakat mulai dari segala lapisan usia akan semakin cinta lingkungan dan memahami dengan benar pentingnya lingkungan sehingga sikap cinta lingkungan akan menjadi bagian dari keseharian.
“Penanaman Mangrove dapat bermanfaat secara ekologis karena dapat menjadi perlindungan dari bahaya bencana alam, penambah unsur hara, penyerap racun dan karbon, sumber Plasma Nutfah, Memelihara Iklim Mikro, dan lainnya," ujarnya.
Serta bermanfaat secara ekonomis, karena sebagai tempat bertelurnya ikan, sehingga akan semakin melimpah jumlah ikan. Sehingga inipun dapat berdampak secara luas kepada nelayan sekitar nantinya, serta dapat menjadi tempat wisata. Bantuan mangrove ini dapat ditanam untuk lahan seluas 2,04 hektar dengan jarak antar mangrove sekitar 1,5 meter.
Kegiatan saat penanaman Mangrove di kawasan Labuhan Merak.
“Tahun ini PLN menanam 5000 bibit mangrove jenis Rhizopora SP, sedangkan tahun lalu PLN menanam sebanyak 2500 sentigi dan bakau. Ini merupakan hal harus diapresiasi," tambahnya.
Ditemui dalam acara penanaman Mangrove, Ketua Komunitas Randu Agung Bersatu, Toni Arya Saputra, mengungkapkan, apresiasi dan rasa terima kasih kepada PLN atas kepedulian PLN dalam memperhatikan lingkungan sekitar khususnya terhadap pelestarian mangrove yang sangat berpengaruh ke masyarakat sekitar.
“Terima kasih PLN atas Bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) melalui program PLN Pedulinya yang telah memberikan kami 5000 bibit mangrove senilai Rp 100 juta. Kami akan amanah menjaganya dan bantuan pastinya sangat kami butuhkan," terangnya.
Terpisah, General Manager PLN UIP JBTB, Muhammad Ramadhansyah, mengatakan Program TJSL ini kerap dilaksanakan PLN untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat serta lingkungan. Tidak hanya penyediaan listrik yang andal, tapi juga melalui Program PLN Pedulinya yang sangat dibutuhkan masyarakat sekitar.
"PLN turut menyasar tujuan pembangunan berkelanjutan. Dengan bantuan yang diberikan PLN, lingkungan dapat meningkat kualitasnya dan bermanfaat secara ekologis serta masyarakat dapat lebih meningkat secara ekonomi finansial dan kesejahteraannya," pungkasnya, Jumat (3/6). (diy/ns)