Mayat Bayi Mengapung di Sungai Brantas

Warga Dusun Keboan Kidul, Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, digegerkan dengan adanya temuan sesosok mayat bayi yang mengapung di Sungai Brantas, Jumat (14/1).

Mayat Bayi Mengapung di Sungai Brantas
Mayat bayi saat dibawa di kamar jenazah RSUD Jombang. Aan Amrulloh/ HARIAN BANGSA

Jombang, HARIANBANGSA.net - Warga Dusun Keboan Kidul, Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, digegerkan dengan adanya temuan sesosok mayat bayi yang mengapung di Sungai Brantas, Jumat (14/1).

Mayat bayi pertama kali ditemukan oleh warga setempat bernama Zainul (35), sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu dia hendak memancing di bantaran Sungai Brantas, bekas penyeberangan perahu.

Saat tiba di lokasi, Zainul melihat sesosok benda yang dikira sebuah boneka tengah mengapung di pinggir Sungai Brantas dalam kondisi tengkurap. Ia kemudian memanggil temannya, Subari (50), yang saat itu juga ikut memancing ikan.

"Karena penasaran, kedua warga tersebut mendekati benda yang dikira boneka. Setelah dibalikkan, ternyata bayi berjenis kelamin laki-laki," terang Kapolsek Ngusikan, AKP Hariono, saat ditemui di kamar jenazah RSUD Jombang.

Oleh kedua warga tersebut, lanjut Hariono, penemuan mayat bayi kemudian dilaporkan ke pemerintahan desa dan diteruskan ke Polsek Ngusikan. Petugas langsung turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.

Menurut Hariono, bayi saat ditemukan dalam keadaan telanjang dan tanpa tali pusar. Diduga dibuang oleh orang tuanya sehari setelah dilahirkan. Kondisi jasadnya juga sudah membengkak.

"Kami perkirakan bayi itu baru lahir, sehari dua hari dibuang ke sungai. Kondisi saat ditemukan tidak berbaju, tali pusarnya sudah tidak ada. Entah dimakan ikan atau seperti apa," pungkasnya.

Saat ini, petugas kepolisian melakukan penyelidikan guna mengetahui identitas orang tua yang tega membuang bayinya sendiri.(aan/rd)