Pejalan Kaki Tewas Mendadak

Warga RT 5 RW 2 Desa Sadang, Taman mendadak riuh. Keributan itu dipicu seorang pejalan kaki yang seketika tewas. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian tersebut.

Pejalan Kaki Tewas Mendadak
Petugas ber-APD akan melakukan evakuasi terhadap korban.

Sidoarjo, HARIAN BANGSA.net - Warga RT 5 RW 2 Desa Sadang, Taman mendadak riuh. Keributan itu dipicu seorang pejalan kaki yang seketika tewas. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, pukul 13.30 WIB, dua pejalan kaki yang belum diketahui identitasnya itu berjalan Desa Sadang. Sampai di simpang tiga, tepatnya di depan warung milik Basuki, keduanya berhenti. Sebab, salah satunya mengeluh.

Temannya lantas masuk ke warung milik Basuki. Meminta segelas air putih. Pemilik warung memberikan air putih. Namun, air belum sempat diberikan, satu pejalan kaki itu tiba-tiba ambruk.  Rekan korban yang meminta air putih, bukan malah menolong. Dia justru ambil langkah seribu. Berlari kencang menjauhi rekannya.

Salah satu saksi Tukiman melihat keduanya berjalan. Masuk ke perkampungan. Korban tampak tak kuat berjalan. "Jalannya sangat pelan. Mungkin menahan sakit," terangnya.

Saat ambruk, warga langsung panik. Seketika masuk rumah. Khawatir korban terpapar Corona. "Kami akhirnya menghubungi Polsek Taman," jelasnya.

Selang beberapa menit, Polsek Taman dan petugas kesehatan tiba. Mengenakan baju hazmat, jenazah dievakuasi. Sejurus kemudian, mayat dilarikan ke RS Siti Khadijah, Taman.

Kapolsek Taman Kompol Heri Setyo Susanto menjelaskan, penyebab kematian masih didalami. Korban dievakuasi. "Kami masih menunggu hasilnya," pungkasnya.(cat/rd)