Penegakkan Prokes di Pantai Kelapa: Tegas, Tak Bermasker Dilarang Masuk

Dalam mencegah penyebaran covid di lokasi wisata, petugas juga rutin melakukan pemeriksaan suhu tubuh nagi pengunjung.

Penegakkan Prokes di Pantai Kelapa: Tegas, Tak Bermasker Dilarang Masuk
Pejabat Pemkab Tuban melakukan pengecekan tempat cuci tangan sebelum masuk lokasi wisata Pantai Kelapa. Foto: suwandi/HB.net

Tuban, HB.net - Pengelola wisata atau Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Kelapa Desa Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban bersikap tegas dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Bahkan, pengelola tak segan menyuruh pengunjung tak masuk wisata jika tidak menggunakan masker.

"Sejauh ini kalau tak bermasker, yang kami suruh balik. Tetapi, jika sudah memakai masker baru kami persilakan,"terang Ketua Pokdarwis Pantai Kelapa, Muhasan pada HARIAN BANGSA, Rabu (26/5).

Sejauh ini, tim pengelola dan petugas di lokasi wisata sudah komitmen mencegah penyebaran Covid-19. Terbukti, petugas selalu melakukan penyemprotan disinfektan pada saat kendaraan pengunjung hendak masuk. Tak hanya itu, disetiap titik lokasi wisata sudah disiapkan tempat cuci tangan atau westafel. Selanjutnya, bagi pengunjung mau masuk lokasi wisata pantai kelapa diharuskan pakai masker.

"Intinya kami selektif, jika tidak bermasker ya kami imbau memakai masker. Jika sudah memakai masker baru boleh masuk lokasi wisata,"tegasnya.

Dalam mencegah penyebaran covid di lokasi wisata, petugas juga rutin melakukan pemeriksaan suhu tubuh nagi pengunjung. Selain itu, di loket area masuk telah disiapkan hand sanitizer. Sedangkan, dibeberapa titik juga siapkan pengeras suara buat himbauan untuk selalu pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak..

"Semoga langkah safety kami seperti ini dapat mencegah penularan virus corona di Kabupaten Tuban,"beber Muhasan.

Ia menambahkan, sejak awal pandemi covid berlangsung pengunjung dibatasi maksimal 30 persen. Namun, setelah ada imbauan pemerintah jumlah pengunjung dibatasi hingga 50 persen.

"Normalnya jumlah pengunjung wisata Pantai Kelapa sekitar 15 ribu orang. Tetapi, sejak pandemi berlangsung kami hanya menerima separuhnya daru kondisi normal. Itupun jumlah pengunjung berkurang. Ya karena mungkin masih musim pandemi Covid-19,"ceritanya.

Muhasan berharap, kedepan Kabupaten Tuban menjadi daerah bebas covid-19. Keinginan itu diharapkan seluruh masyarakat agar roda perekonomian dapat berjalan normal seperti biasanya.

"Semoga pandemi covid-19 ini segera berlalu, dan covid di Indonesia segera hilang,"harapnya.Sementara itu, update persebaran covid-19 per 25 Mei 2021 berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban diketahui jumlah kumulatif sebanyak 3.691 orang. Meninggal dunia sebanyak 406 orang dan jumlah pasien sembuh ada 3.241 orang. (wan/ns)