Reses Anggota DPRD Jatim, Istu Hari Subagio Diwaduli Petani Pandanasri Pupuk Langka  

Petani wadul pupuk langka ke Istu Hari Subagio saat reses Anggota DPRD Jatim asal daerah pemilihan XI tersebut

Reses Anggota DPRD Jatim, Istu Hari Subagio Diwaduli Petani Pandanasri Pupuk Langka   
Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio, SE, MM, (tengah), Anggota DPRD Jatim Dapil XI saat melaksanakan reses di Dusun Pandanasri, Desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. foto : diday rosadi/HARIAN BANGSA

Nganjuk, HB.net - Anggota DPRD Jawa Timur periode 2019 - 2024 melaksanakan reses III tahun 2021. Kegiatan serap aspirasi itu berlangsung mulai 29 Oktober hingga 5 November 2021, diikuti oleh anggota DPRD Jatim dari 14 daerah pemilihan (Dapil).

HARIAN BANGSA berkesempatan meliput langsung kegiatan reses di Dapil XI yang meliputi Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten/Kota Madiun. Dari kegiatan reses ini, Anggota DPRD Jatim menyerap sejumlah aspirasi yang nantinya akan diperjuangkan dan disampaikan ke pihak eksekutif sebagai pelaksana pemerintahan.

Masa reses menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil mereka di parlemen. Contohnya petani di Dusun Pandanasri, Desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.

Petani wadul pupuk langka ke Istu Hari Subagio saat reses Anggota DPRD Jatim asal daerah pemilihan XI tersebut. Mereka berharap pemerintah bisa menjamin ketersediaan pupuk saat memasuki musim tanam.

"Masalah pupuk perlu diangkat lagi, karena masih jadi masalah sampai saat ini. Terbukti tadi masih ada keluhan pupuk langka dari petani," terang purnawirawan jenderal bintang dua itu, Jumat (29/10/2021) malam.

Istu mengungkapkan, pihaknya sudah pernah memberikan solusi dengan dua alternatif. Pertama, dengan memperbanyak volume pupuk bersubsidi. Kedua, dengan rekayasa teknologi oleh pakar teknologi pertanian.

Mantan Pangdam I Bukit Barisan ini mengaku pernah membawa seorang profesor pakar teknologi pertanian yang mampu meningkatkan per hektar hingga 15 ton ke atas, dengan pupuk buatannya. Pupuk itu juga bisa menyuburkan tanah lagi, meski perlu tambahan dana tapi hasilnya cukup banyak sehingga petani tidak akan rugi.

"Saya kira ada beberapa opsi yang bisa dilakukan. Terpenting jangan sampai petani putus asa hingga lebih memilih menjadi buruh tani ketimbang tani, karena hasilnya lebih besar," ujar politikus Golkar ini.

Ketua Komisi A DPRD Jatim ini juga menerima keluhan tentang banjir yang kerap terjadi di wilayah sekitar karena adanya rel double track. Istu berjanji akan menurunkan tim untuk mengecek hal tersebut. Ia juga akan meneruskan hal itu ke legislator Nganjuk yang menjadi mitranya.

Mantan Gubernur Akmil ini pun mengimbau agar warga tetap waspada, meski pandemi menurun. Karena itu protokol kesehatan harus dilaksanakan, termasuk dalam kegiatan serap aspirasi yang ia laksanakan. Dalam reses itu, Istu juga membagikan sembako kepada warga.

"Secara alamiah memang di sini angka covid tidak tinggi. Namun tetap masyarakat jangan lengah sehingga menimbulkan gelombang ketiga seperti yang terjadi di beberapa negara," imbau Istu yang asli Dusun Pandanasri. (mdr/ns)