Teman UMKM Smartfren Dukung Usaha Lokal Surabaya & Bojonegoro Naik Kelas Melalui Literasi Digital

Teman UMKM Smartfren Dukung Usaha Lokal Surabaya & Bojonegoro Naik Kelas Melalui Literasi Digital
Smartfren Community Bojonegoro menyelenggarakan Teman UMKM di SMKN Kasiman.

Surabaya, HB.net - Smartfren secara konsisten terus menyelenggarakan pelatihan literasi digital untuk UMKM di berbagai wilayah operasionalnya.

Kali ini pelatihan intensif tersebut telah selesai diselenggarakan di Kabupaten Bojonegoro dan Kota Surabaya, Jawa Timur. Pelatihan mengenai pemanfaatan teknologi digital tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan digital pesertanya, sekaligus mendukung mereka dalam meningkatkan omzet usaha.

 “Kegiatan ini merupakan salah satu wujud filosofi bisnis Smartfren, yaitu Garda Pertumbuhan yang bertujuan meningkatkan pemanfaatan internet dalam menyokong pertumbuhan ekonomi lokal. Pelatihan yang diselenggarakan di Bojonegoro dan Surabaya ini diharapkan melahirkan UMKM baru yang dapat memaksimalkan manfaat teknologi digital dan terus berkembang, "kata Regional Head North East Java Smartfren Muhammad Fadillah, dalam siaran pers yang diterima HARIAN BANGSA, si Surabaya, Jumat (7/02).

Di tempat yang sama,  Head of Corporate Communications & CSR Smartfren Dani Akhyar mengatakan, akan terus menyelenggarakan kegiatan tersebut guna membantu usaha lokal berkembang semakin digital serta meningkatkan kualitas. "Harapan kami usaha lokal yang kuat juga akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian di daerahnya, " kata dia.

Di Surabaya dan Bojonegoro, total terdapat 120 orang peserta yang mengikuti pelatihan Teman UMKM. Usaha mereka begitu bervariasi, mulai dari kuliner, fashion, hingga make-up dan kebutuhan interior. Kepada para UMKM yang menunjukkan kinerja terbaik selama pelatihan intensif 3 bulan itu, Smartfren memberikan penghargaan berupa dana tunai.

Di Bojonegoro, Smartfren Community Bojonegoro menyelenggarakan Teman UMKM di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Kasiman.

Beberapa diantara UMKM tersebut yang mendapat predikat pembelajar terbaik adalah, Herbasina Nutrindo yang dikelola Anita Wahyu Dewi; Mochi-Q yang dikelola Reza Resika; Cireng Isi Ayam Suwir milik Calista Afta Reza; serta Teri Crispy milik Syaiful Ridlo. Usaha tersebut meningkatkan pemanfaatan teknologi digitalnya dengan membuka saluran penjualan di toko online, hingga berbagai media sosial.

Sementara itu di Surabaya, pelatihan Teman UMKM diikuti oleh 50 orang peserta dari khalayak umum. Pelatihan di Kota Pahlawan ini masih sama-sama fokus pada literasi digital, namun dengan tema yang lebih spesifik pada pengelolaan media sosial, materi promosi, serta fotografi produk.

Dari total peserta tersebut, sejumlah 4 orang mendapatkan predikat pelajar terbaik karena berhasil menerapkan materi yang diberikan. Mereka adalah Sew Hanza milik Ika Novitasari; Zhaf Kids milik Rizqilla; Wader Kriuk Mbak Ami milik Amri Husni; Burger Panen yang dikelola Gaguk Triyatno serta Griya Angga milik Septi Dwi Arianti. Seluruhnya mengungkapkan peningkatan kemampuan fotografi produk, promosi dan pemanfaatan media sosial dapat mempengaruhi peningkatan omzet usaha mereka.(mid/ns)