YDBA Kunjungi Tiga UMKM Binaan Pasca Pandemi

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengajak media mengunjungi 3 UMKM binaannya. Khususnya bidang manufaktur dan bengkel roda empat binaan di Waru, Sidoarjo.

YDBA Kunjungi Tiga UMKM Binaan Pasca Pandemi
Robbi Agus (kanan) dan Purnomo (kiri) memamerkan dudukan kursi roda buatan mereka.

Sidoarjo, HARIANBANGSA.net - Tahun ini kondisi ekonomi di Indonesia cukup membaik. Untuk mengetahui kondisi dan perkembangan bisnis UMKM di Indonesia, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengajak media mengunjungi 3 UMKM binaannya. Khususnya bidang manufaktur dan bengkel roda empat binaan di Waru, Sidoarjo.

UMKM Bengkel Mardiono, generasi kedua yang menjalankan bisnis bengkel dengan berbagai improvement dalam pelayanan bengkel ini dikelola pasangan suami istri, yakni Dimas dan Ayu.

Dua UMKM lainnya membuat komponen dudukan kursi roda yang dipasok ke Yayasan Kursi Roda dan Pusat Persahabatan Asia Indonesia atau Wheelchair and Friendship Center of Asia Indonesia (Wafcai) sebanyak 100 unit. Yakni UMKM Barokah Jaya milik Purwantoro dan Sentra Mitra Mandiri milik Robbi Agus Sidarta.

Owner Mardiono Auto Service, Dimas mengatakan, sebelum bergabung dengan YDBA, pihaknya berbisnis dengan keuntungan yang kurang dikelolah dengan baik. "Bisa buat makan dan jajan keuntungan kita," katanya saat ditemui di bengkel miliknya, Kamis (10/11).

"Setelah ikut YDBA pada 2018, keuntungan bisa tertata. Ada beberapa pelatihan seperti manajemen, SDM, marketing dan lainnya sehingga kita bisa menata bisnis seperti saat ini," imbuh pria yang memiliki 6 cabang bengkel.

Tidak hanya itu, pelanggan pun berdatangan. Dalam sehari bisa 10-14 pengunjung, rata-rata mereka melakukan servis. Apalagi saat golden momen, biasanya sampai 25 pengunjung di masing-masing bengkelnya.

Sementara, dua UMKM yang berada di Desa Kureksari Waru bersyukur karena mendapat pesanan dari Wafcai. Keduanya berkolaborasi dalam bekerja selama ini termasuk dalam pembuatan dudukan kursi roda.

"Kita bekerja berkolaborasi jadi kalau ada pesanan kita garap bareng. Ada 4 kolaborasi di antaranya ya sama Pak Pur ini. Tetapi usaha kita sendiri-sendiri dan di rumah masing-masing. Tapi kalau job atau pesanan kita garap bareng-bareng sesuai peran kita," kata Robbi.

Sementara Purwantoro yang bergelut dengan dunia perbusaan membuat busa serta finishing dudukan kursi. Purnomo bercerita jika busa yang ia pakai dibuat sendiri. "Beberapa order masuk berkat YDBA," ungkapnya dengan tersenyum.

"Alhamdulillah masih ada pesanan, karena pandemi ini sangat berdampak. Saya dulu punya 3 karyawan, sementara sekarang dikerjakan sendiri. Semoga pasca pandemi ini masih terus ada pesana dan bisa mempekerjakan karyawan lagi," jelas pria yang sehari-hari membuat jok motor. (diy/rd)